Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Libatkan Guru TK Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

  • 04 Okt 2026 09:26 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pendidikan Kota Gorontalo terus mendorong keterlibatan guru Taman Kanak-Kanak dalam upaya menekan angka anak tidak sekolah (ATS) yang saat ini mencapai sekitar 2.413 anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Husin Ali menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan IGTKI-PGRI Kota Gorontalo bertema “Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi Menuju Guru yang Ceria, Inovatif dan Berkarakter” yang berlangsung di Villa D2 Uno, Desa Botubarani Sabtu 3 Oktober 2026

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh guru TK se-Kota Gorontalo, serta dimeriahkan dengan berbagai lomba guru TK antar-kecamatan.

Husin mengatakan, pemerintah daerah telah mendorong seluruh kecamatan dan kelurahan untuk bersama-sama menangani persoalan anak tidak sekolah.

“Di kota itu ada 2.413 angka anak tidak sekolah, ATS. Bersyukurnya kita, kita punya komitmen besar dari Pak Wali yang sudah mendorong semua kecamatan bergerak, semua kelurahan bergerak,” ujar Husin.

Ia menilai, guru TK memiliki peran penting karena berada dekat dengan masyarakat dan orang tua sehingga dapat membantu pemerintah menemukan anak yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Kenapa lewat guru-guru TK? Karena guru-guru TK itu berada di garda terdepan, lebih dekat dengan masyarakat sekitar. Anak tidak sekolah itu cepat sekali kita deteksi kalau dia di lapangan,” jelasnya.

Karena itu, Husin meminta kepala TK dan guru TK turut membantu Dinas Pendidikan dalam menemukan anak yang belum bersekolah di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kondisi di lapangan perlu terus diperiksa karena data administrasi belum tentu sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya.

“Karena data bisa saja bicara lain dan lapangan juga bisa bicara lain. Mudah-mudahan langkah-langkah ini akan membuat kita lebih cepat menurunkan angka anak tidak sekolah di Kota Gorontalo,” katanya.

Husin menjelaskan, persoalan anak tidak sekolah dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kondisi ekonomi keluarga, keinginan anak untuk segera bekerja, persoalan keluarga, serta persoalan pendataan.

“Kita tentu mengkhawatirkan ini masa depan negara, kalau misalnya anak tidak sekolah makin naik. Kita tahu di zaman sekarang mendorong anak untuk sekolah itu butuh kebersamaan, butuh kerja bareng,” ungkapnya.

Ia juga berharap guru TK ikut mengampanyekan pentingnya pendidikan kepada orang tua karena guru merupakan salah satu pihak yang paling dekat dengan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Sangat kita harapkan. Karena yang paling dekat dengan orang tua ya guru-guru TK,” tegasnya.

Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pendidikan berharap kolaborasi dengan guru TK dan seluruh satuan pendidikan dapat mempercepat penanganan anak tidak sekolah, sehingga semakin banyak anak di Kota Gorontalo memperoleh akses pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....