Gorontalo

Provinsi Gorontalo Berbagi Pengalaman Pemanfaatan Data Kesehatan di Filipina

  • 22 Sep 2026 15:01 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Jeane Istanti Dalie Jeane Istanti Dalie mengatakan, pemanfaatan data kesehatan tidak berhenti pada proses pengumpulan dan penyajian angka, tetapi harus mampu menghasilkan informasi yang relevan untuk menentukan prioritas dan intervensi kesehatan.

“Data kesehatan harus menjadi dasar dalam melihat masalah, menentukan prioritas, menyusun intervensi, dan mengevaluasi hasil pembangunan kesehatan. Pertukaran pengalaman ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana data dapat diintegrasikan secara lebih kuat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan,” kata Jeane pada Data for Health (D4H) Cross-Country Exchange Program 2026 di Manila, Filipina, Senin, 21 September 2026.

Jeane yang mewakili Kepala Dinas mengatakan pembelajaran dari pengalaman negara lain juga penting untuk memperkuat tata kelola data di daerah, termasuk bagaimana membangun koordinasi antarlembaga, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan hasil analisis data dapat dikomunikasikan kepada pengambil kebijakan.

“Yang kita harapkan bukan sekadar memperoleh pengetahuan baru, tetapi menemukan praktik yang relevan dan dapat diadaptasi dengan konteks sistem kesehatan Indonesia, khususnya dalam memperkuat perencanaan dan pelayanan kesehatan di daerah,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 September 2026 tersebut mempertemukan delegasi dari Indonesia, Filipina sebagai negara tuan rumah, dan Kenya untuk berbagi pengalaman serta praktik dalam memperkuat pemanfaatan data dan bukti dalam penyusunan kebijakan kesehatan.

Program ini berfokus pada Data to Policy (D2P) Institutionalization, yakni penguatan pemanfaatan data kesehatan secara sistematis agar dapat diterjemahkan menjadi informasi berbasis bukti untuk mendukung perencanaan program, pengambilan keputusan, hingga pelaksanaan pelayanan kesehatan.

Kehadiran delegasi Indonesia dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pemerintah dalam menggunakan data sebagai dasar penyusunan kebijakan. Dalam dokumen program, perspektif pemerintah daerah dinilai penting untuk melihat bagaimana pendekatan D2P dapat diterapkan dalam perencanaan kesehatan dan pelayanan di tingkat subnasional.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti presentasi antarpemerintah, diskusi teknis dan pembelajaran antarsejawat, pertemuan dengan institusi terkait, kunjungan ke institusi atau fasilitas yang menerapkan praktik pemanfaatan bukti, serta penyusunan rencana aksi implementasi.

Pada hari pertama, Senin (21/09/2026), agenda mencakup orientasi dan pengenalan konteks program, presentasi negara peserta, pemaparan perjalanan Filipina dalam menerapkan D2P, serta kunjungan ke lembaga yang mengimplementasikan pendekatan tersebut.

Hasil pertukaran diharapkan menghasilkan rangkuman pembelajaran dan praktik baik, sekaligus rencana aksi yang memuat prioritas kegiatan, penanggung jawab, jadwal, kebutuhan sumber daya, mekanisme koordinasi dan akuntabilitas, serta indikator pemantauan implementasi.

Bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo, penguatan pemanfaatan data dan bukti dalam kebijakan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan perencanaan program dan pelayanan kesehatan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (mcgorontalkoprov/ilb/md)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....