Irigasi Perpompaan di Poowo untuk Penyelamatan Padi dari Kekeringan
- 19 Sep 2026 11:48 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pengembangan irigasi perpompaan menjadi salah satu upaya alternatif dalam menyelamatkan pertanaman padi dari potensi gagal panen akibat kekeringan.
Di Desa Poowo, Kabupaten Bone Bolango, irigasi perpompaan yang pembangunannya masih berlangsung telah dimanfaatkan petani untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi.
Irigasi perpompaan tersebut memanfaatkan sumber air tanah dengan potensi debit yang memungkinkan untuk mengairi areal persawahan seluas kurang lebih 5 hektare. Pemanfaatan fasilitas ini menjadi langkah penting dalam menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi, terutama ketika debit air irigasi permukaan mengalami penurunan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo, Grace Rawung, menjelaskan bahwa irigasi perpompaan merupakan salah satu alternatif untuk mengantisipasi kekurangan air pada lahan persawahan.
“Pengembangan irigasi perpompaan menjadi salah satu upaya alternatif dalam menyelamatkan pertanaman padi dari potensi gagal panen akibat kekeringan. Meskipun pembangunan irigasi perpompaan di Desa Poowo belum sepenuhnya selesai, petani sudah dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi,” ujar Grace, Jumat, 18 September 2026.
Ia menambahkan, keberadaan irigasi perpompaan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air pada areal persawahan, khususnya yang berada di bagian hilir jaringan irigasi, ketika debit air irigasi permukaan mulai berkurang.
“Dengan adanya irigasi perpompaan, diharapkan kebutuhan air tanaman padi tetap dapat terpenuhi meskipun debit air pada irigasi permukaan mengalami penurunan. Potensi air tanah yang tersedia di lokasi ini memungkinkan untuk mendukung pengairan sawah seluas kurang lebih 5 hektare,” jelasnya.
Meski demikian, Grace mengungkapkan bahwa pengembangan irigasi perpompaan memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah ketersediaan potensi air tanah yang berbeda-beda di setiap lokasi persawahan.
“Tidak semua lokasi areal persawahan memiliki potensi air tanah yang memadai untuk mendukung kegiatan usaha tani, khususnya tanaman padi. Oleh karena itu, kondisi dan ketersediaan sumber air tanah perlu menjadi perhatian dalam pengembangan irigasi perpompaan,” tambahnya.
Melalui pemanfaatan irigasi perpompaan di Desa Poowo, diharapkan upaya menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi dapat terus dilakukan, sehingga risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan dan keberlangsungan usaha tani petani tetap terjaga. (mcgorontaloprov/oman)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....