Kadis Ketahanan Pangan Dorong Ekosistem Rantai Pasok Pertanian Segera Terbangun

  • 17 Sep 2026 20:47 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Penguatan jejaring keamanan pangan dan rantai pasok bahan pangan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Gorontalo diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata yang mampu menghubungkan potensi produksi pangan daerah dengan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady D. mario pada saat menutup kegiatan Penguatan Jejaring Keamanan Pangan Daerah dan Rantai Pasok Bahan Pangan dalam Rangka Mendukung Program MBG, yang berlangsung di Azlea Convention Center, Kamis, 17 September 2026.

Dalam arahannya, Kepala Dinas mendorong agar ekosistem pangan yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha pertanian, produsen, serta pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok dapat terbangun dengan baik dan saling terhubung.

"Potensi pelaku usaha pertanian di daerah pada dasarnya telah tersedia dan memiliki kesiapan untuk mendukung kebutuhan pangan. Namun, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah terbukanya akses antara pelaku usaha dengan pasar atau kebutuhan dalam ekosistem Program MBG", ungkap Muljady.

Ia berharap hasil pertemuan yang telah dilaksanakan dapat segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Tidak hanya dalam bentuk koordinasi, tetapi juga menghasilkan keterhubungan antara pelaku usaha pertanian dengan kebutuhan bahan pangan untuk SPPG.

“Saya harapkan dalam waktu dua minggu ke depan sudah ada hasil yang kita dapatkan dari hasil pertemuan ini,” tegasnya.

Target tersebut menjadi dorongan agar setiap pihak yang terlibat dapat bergerak cepat dalam menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama dan kebutuhan rantai pasok yang telah dibahas selama kegiatan.

Selain persoalan akses, Kepala Dinas juga menyoroti berbagai kendala administratif yang berpotensi menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam rantai pasok. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi yang dapat mempermudah proses tanpa mengabaikan ketentuan keamanan dan mutu pangan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan membangun rantai pasok pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha pertanian, produsen pangan, SPPG, serta instansi yang memiliki kewenangan dalam aspek kesehatan, keamanan dan mutu pangan.

"Melalui kolaborasi tersebut, potensi produksi pangan Gorontalo diharapkan tidak hanya menjadi data produksi, tetapi dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan menjadi bagian dari sistem penyediaan pangan yang berkelanjutan", pungkas Muljady.

Penutupan kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan hasil pertemuan segera ditindaklanjuti. Dalam dua minggu ke depan, diharapkan telah terlihat perkembangan nyata dari upaya mempertemukan supply pangan daerah dengan demand Program MBG, sehingga terbentuk rantai pasok yang aman, bermutu, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Gorontalo.

Dari potensi menjadi aksi. Dari produksi menjadi manfaat. Dari kolaborasi menjadi ekosistem pangan yang kuat. (mcgorontaloprov/nancy/oman)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....