Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan

  • 14 Sep 2026 01:41 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Leato Selatan mendesain pengelolaan air limbah domestik melalui biofilter dan cubluk kembar, serta rancangan sistem pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular.

“Kami telah memaparkan dua desain pengolahan air limbah rumah tangga, yaitu sistem biofilter untuk greywater dan cubluk kembar untuk blackwater sehingga dapat menurunkan beban pencemar antropogenik sebelum air limbah masuk ke lingkungan perairan,” kata Moh. Fathur Maliada Koordinator Desa yang juag mahasiswa Jurusan Arsitektur UNG, Minggu, 13 September 2026.

Fathur menjelaskan untuk pengelolaan persampahan pesisir, mereka telah mendata profil sampah dan volumenya untuk mendesain sistem pengelolaan terpadu mulai dari pemilahan, pengangkutan, dan daur ulang berbasis ekonomi sirkular.

Pengelolaan sampah organik diarahkan menjadi pupuk kompos dan pellet pakan. Sedangkan untuk sampah anorganik difokuskan pada pengepakan sampah sesuai dengan profil sampah anorganik yang bernilai jual.

“Material yang masih bernilai dapat diolah secara terpadu di TPS3R Leato Selatan, sekaligus mengurangi sumber pencemaran antropogenik yang dapat mencemari kawasan pemukiman dan perairan laut,” ujar Fathur.

Ia mengungkapkan pengintegrasian desain tersebut diarahkan untuk memutus jalur utama pencemaran dari daratan, yaitu air limbah domestik dan sampah yang berpotensi terbawa hingga ke kawasan pantai dan laut.

Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas, yang sejak awal terlibat dalam kolaborasi ini menyampaikan apresiasi terhadap desain inovatif mahasiswa yang disusun berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, solusi yang ditawarkan sangat inovatif, ilmiah dan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait sanitasi, persampahan, dan perlindungan lingkungan pesisir.

“Inovasi ini penting karena Leato Selatan merupakan kawasan pesisir yang terhubung langsung dengan perairan Teluk Tomini, salah satu kekayaan alam Gorontalo yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan pariwisata,” ujar Heriyanto.

KKN Tematik Infrastruktur, kerja sama LP2M-UNG dengan Kementerian PUPR, para mahasiswa ini menghadirkan desain ilmiah dan aksi nyata pengelolaan air limbah dan persampahan yang diharapkan dapat mendukung arah kebijakan pemerintah dalam pencapain pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) terutama tujuan 11 (kota dan pemukiman berkelanjutan), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 14 (ekosistem lautan).

Melalui desain tersebut, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa perlindungan laut dapat dimulai dari pembenahan sanitasi dan persampahan di tingkat rumah tangga yang didukung dengan tata kelola berbasis kemitraan multipihak secara berkelanjutan yang selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dalam membuat rancangan aplikatif ini mahasiswa dibimbing Dr. Raghel Yunginger, Mulyani Z. Paramata, M.T, dan Dr. Boby R. Payu. Rancangan ini berangkat dari hasil survei lapangan, dan pendataan identifikasi masalah dan analisis potensi (IMAP) yang telah dipaparkan mahasiswa pada diskusi kelompok terpumpun pertama kepada organisasi perangkat daerah terkait, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, SDGs Center UNG, masyarakat, serta Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA). (mcgorontaloprov)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....