Dukung Program PMAAS, Balintan Perkuat Kapasitas Penyuluh Bone Bolango

  • 13 Sep 2026 18:50 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (Balintan) Provinsi Gorontalo Abdul Wahid Lahay mengatakan bahwa peningkatan kapasitas penyuluh sangat diperlukan agar memperluas jangkauan deteksi dan informasi terkait Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di lapangan.

“Penyuluh memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani. Penguatan penyuluh bukan untuk menggantikan fungsi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)," kata Abdul Wahid Lahay pada kegiatan Penguatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Kabupaten Bone Bolango dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang diinisiasi oleh Penyuluh Pertanian Bone Bolango, Sabtu (12/9/2026).

Abdul Wahid mengungkapkan dengan peningkatan kapasitas dan pengetahuan mengenai OPT, diharapkan penyuluh memberikan informasi yang lebih cepat terkait OPT. Dengan sinergi POPT dan penyuluh diharapkan responnya cepat, dan tercapai pengamanan produksi.

Peningkatan kapasitas ini dilaksanakan untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya Pertanian Modern Agroculture Advance System (PMAAS).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi penyuluh dalam memberikan pendampingan kepada petani, terutama dalam menghadapi berbagai permasalahan OPT dalam pengawalan program PMAAS.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh penyuluh pertanian Bone Bolango, yang pesertanya berjumlah 110 orang. Melalui kegiatan ini, para penyuluh mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan OPT sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.

Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Haira Mappa, terkait "Strategi Penguatan Kapasitas Penyuluh Pertanian dalam Pengendalian OPT Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian, khususnya PM-AAS".

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), dengan mengutamakan tindakan pengendalian yang cepat dan tepat, serta memperhatikan kelestarian ekosistem pertanian.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antara penyuluh, POPT, serta petani dalam melakukan pengamatan dan pengendalian OPT, serta upaya perlindungan tanaman dapat berjalan lebih optimal. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program PMAAS dalam mendorong peningkatan produktivitas padi sawah. (mcgorontaloprov/oman)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....