Sebanyak 657 Desa di Gorontalo Masuk dalam Data Perhitungan Indeks Desa

  • 12 Sep 2026 14:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Keberhasilan 657 desa di Provinsi Gorontalo dalam masuk dalam raw data perhitungan Indeks Desa tahun 2026 tidak terlepas dari kerja bersama seluruh unsur tersebut.

Capaian 297 desa mandiri dan 252 desa maju, sehingga secara keseluruhan 549 desa atau sekitar 83,6 persen berada pada status maju dan mandiri, merupakan capaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Angka ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita bersama. Namun, kita tidak boleh berhenti pada angka dan status semata. Di balik setiap angka terdapat masyarakat desa yang harus kita pastikan semakin sejahtera, semakin berdaya dan semakin terpenuhi kebutuhan dasarnya,” kata Yana Yanti Suleman, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, Sabtu, 12 September 2026.

Yana Yanti Suleman mengapresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemutakhiran dan penyelesaian perhitungan Indeks Desa Tahun 2026 Provinsi Gorontalo.

“Capaian ini bukanlah hasil kerja satu pihak. Ini merupakan hasil dari kolaborasi dan komitmen bersama, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga seluruh stakeholder yang secara konsisten mendukung proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujar Yana.

Yana mengapresiasi secara khusus kepada seluruh pendamping desa, mulai dari tingkat desa sampai tingkat provinsi. Para pendamping telah bekerja di lapangan, mendampingi pemerintah desa, membantu memastikan data terisi dan diperbarui, melakukan fasilitasi, koordinasi serta memberikan penguatan kepada desa dalam proses pemutakhiran Indeks Desa.

"Peran tersebut sangat penting dalam memastikan data yang kita gunakan benar-benar menggambarkan kondisi desa,” tegasnya.

menurutnya keberadaan pendamping desa memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan pembangunan desa berbasis data. Pendamping diharapkan tidak hanya membantu proses administrasi dan pemutakhiran data, tetapi juga mampu mendorong pemerintah desa untuk membaca data, mengidentifikasi permasalahan, menyusun prioritas dan menerjemahkannya menjadi program pembangunan yang tepat sasaran.

“Ke depan, kita ingin Indeks Desa benar-benar menjadi alat untuk membaca kebutuhan desa. Desa yang sudah mandiri harus terus diperkuat agar mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembangunannya. Desa maju harus didorong menuju kemandirian, sementara desa yang masih berkembang maupun tertinggal harus mendapatkan perhatian, pembinaan dan intervensi yang lebih terarah,” jelasnya.

Yana berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, pendamping desa dan seluruh stakeholder dapat terus diperkuat, sehingga hasil Indeks Desa tidak berhenti sebagai data statistik atau penetapan status, tetapi menjadi baseline dan instrumen penting dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan desa.

“Sekali lagi, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pemerintah desa, pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Gorontalo, para pendamping desa dari tingkat desa hingga provinsi, serta seluruh pihak yang telah bekerja dan berkontribusi. Mari kita jadikan capaian ini sebagai energi untuk bekerja lebih baik, memperkuat desa dan memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (mcgorontaloprov/fahmi)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....