Dinas Arpus Gorontalo Dorong Generasi Cinta Literasi dan Budaya
- 12 Sep 2026 12:07 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Rasuna Thalib yang mewakili Bunda Literasi Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan mengatakan literasi merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Melalui kegiatan bertutur, anak tidak hanya membaca, tetapi juga dituntut memahami isi cerita, menghayati pesan yang terkandung di dalamnya, kemudian menyampaikannya kembali dengan bahasa yang baik, ekspresi yang tepat dan penuh percaya diri.
Lebih jauh, cerita rakyat dan berbagai kisah yang berasal dari daerah menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda.
“Kita memiliki begitu banyak cerita, legenda, sejarah, tokoh, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur yang patut diwariskan kepada anak-anak kita. Jangan sampai kekayaan tersebut hanya menjadi cerita yang tersimpan dalam buku, tetapi harus hidup dalam ingatan dan hati mereka,” kata Rasuna Thalib, pada Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Provinsi Gorontalo Tahun 2026, Kamis (10/9/2026).
Rasuna menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkan budaya gemar membaca, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan kecintaan anak-anak kita terhadap cerita, sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur daerah serta bangsa Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo ini berlangsung di aula lantai dua Gedung Layanan Perpustakaan Umum H.B. Jassin.
Kegiatan yang mempertemukan para siswa terbaik dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kegemaran membaca, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri anak, sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita, sejarah, budaya dan kearifan lokal Gorontalo sejak usia dini.
Kepada para peserta, Bunda Literasi berpesan agar momentum tersebut dimanfaatkan bukan semata-mata untuk meraih juara, tetapi sebagai ruang belajar untuk berani tampil, berani berbicara, menghargai budaya serta mencintai buku dan cerita rakyat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah memberikan pendampingan, latihan, dukungan dan doa kepada para peserta.
“Saya berharap kegiatan Lomba Bertutur ini dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan, bercerita sebagai budaya, dan literasi sebagai gaya hidup anak-anak Gorontalo,” ungkapnya.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Husni Jusuf dalam laporannya menjelaskan, Lomba Bertutur dilaksanakan melalui DAK Nonfisik Tahun Anggaran 2026, serta sesuai petunjuk teknis pelaksanaan DAK Nonfisik untuk Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkembangkan kegemaran membaca dan literasi anak serta kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan atau buku. Selain itu, kegiatan diarahkan untuk mempopulerkan buku cerita budaya daerah yang mengandung nilai-nilai kehidupan, termasuk cerita kepahlawanan dan legenda sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
Sebanyak 12 siswa mengikuti lomba dimana setiap kabupaten/kota mengirimkan dua orang peserta, sehingga seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo terwakili dalam kompetisi tersebut.
Para peserta dinilai oleh tiga orang dewan juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang literasi, budaya dan seni bertutur, yakni Hasdin Danial, seorang budayawan sekaligus pegiat literasi, Herman Didipu dari akademisi, serta Fitri Fathia Paramita Kinanti yang merupakan seorang pendongeng dan juga seorang pegiat literasi.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, enam peserta berhasil meraih posisi terbaik dalam Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Adapun peserta yang meraih juara masing-masing :
- Seyra Maheswari Tuna – SDN 8 Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
- Raniatudjanah Mahmud – SDN 1 Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
- Eliza Qairan Mikayla – SDN 10 Kota Barat, Kota Gorontalo.
- Reysha Azzahra A. – SDN 11 Limboto, Kabupaten Gorontalo.
- Muhamad Khairul Alyar – SDN 3 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
- Nawal Atiyyah Jufri – MI Terpadu Az-Zahra, Kabupaten Boalemo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto, jajaran Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten/kota atau yang mewakili, para guru pendamping serta orang tua peserta.
Pelaksanaan Lomba Bertutur ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi. Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas SDM, penguatan pendidikan dan budaya, serta membangun generasi Gorontalo yang memiliki karakter, kompetensi dan daya saing.
Penguatan literasi sejak usia sekolah juga menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca, tetapi mampu memahami informasi, berkomunikasi, berpikir kritis, percaya diri serta memiliki kecintaan terhadap identitas dan budaya daerah.
Melalui kegiatan seperti Lomba Bertutur, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo berharap budaya membaca dan kecintaan terhadap cerita rakyat dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat memperoleh bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan karakter bagi generasi muda Gorontalo. (mcgorontaloprov/ppid)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....