Balintan Gorontalo Perkuat Pengendalian OPT Ramah Lingkungan
- 10 Sep 2026 13:06 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Dalam upaya mendukung pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang ramah lingkungan, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo melalui Balai Perlindungan Tanaman (Balintan) terus mendorong pemanfaatan Agen Pengendali Hayati (APH).
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan perbanyakan Paenibacillus polymyxa di Instalasi Pengamatan dan Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Limboto.
Paenibacillus polymyxa merupakan salah satu bakteri yang dapat ditemukan di sekitar perakaran tanaman dan memiliki potensi dalam membantu menekan perkembangan sejumlah mikroorganisme penyebab penyakit tanaman. Salah satunya adalah penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi sawah.
Kegiatan perbanyakan ini menjadi bagian dari upaya mendukung penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), dengan meningkatkan ketersediaan APH yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pengendalian OPT di lapangan.
Di IP3OPT Limboto, perbanyakan Paenibacillus polymyxa ditargetkan mencapai 1.000 liter. Hasil perbanyakan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pengendalian OPT pada tanaman di tingkat lapangan.
Kepala Balai Perlindungan Tanaman (Balintan) DKPTPH Provinsi Gorontalo, Abd Wahid Lahay, mengatakan bahwa pemanfaatan APH merupakan salah satu langkah penting dalam mendorong sistem perlindungan tanaman yang lebih ramah lingkungan.
“Perbanyakan Paenibacillus polymyxa ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan ketersediaan agen pengendali hayati yang dapat dimanfaatkan di lapangan. Kita ingin pengendalian OPT tidak hanya bergantung pada penggunaan bahan kimia, tetapi juga mengoptimalkan potensi mikroorganisme yang bermanfaat,” ujar Abd Wahid Lahay, Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, keberadaan APH perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani serta penyuluh agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara tepat.
“Kami mengajak para petani dan penyuluh untuk bersama-sama mengenali OPT sejak dini, melakukan pengamatan secara rutin, dan memanfaatkan APH sebagai salah satu alternatif dalam pengendalian. Penyuluh memiliki peran penting dalam mendampingi petani agar penerapan PHT benar-benar dilakukan berdasarkan kondisi OPT di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengendalian OPT sebaiknya tidak langsung berorientasi pada penggunaan pestisida kimia, tetapi mengedepankan prinsip PHT dengan memanfaatkan berbagai metode pengendalian yang aman dan ramah lingkungan.
“Mari kita mulai dari hal sederhana, yaitu kenali OPT-nya, pahami cara pengendaliannya, dan manfaatkan APH yang tersedia. Dengan kolaborasi antara petani, penyuluh dan petugas perlindungan tanaman, kita bisa mendorong pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tambah Abd Wahid.
Melalui kegiatan perbanyakan Paenibacillus polymyxa ini, Balintan DKPTPH Provinsi Gorontalo berupaya memperkuat penerapan PHT di tingkat lapangan sekaligus mendorong pengurangan ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dalam pengendalian OPT.
Pemanfaatan APH diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama untuk mewujudkan pertanian yang lebih sehat, aman, ramah lingkungan dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo. (mcgorontaloprov/oman)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....