BPBD Gorontalo OPD Pertama Gaungkan Gerakan Bersih Narkoba

  • 09 Sep 2026 11:37 WIB
  •  Gorontalo

Kota Gorontalo, InfoPublik - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengambil langkah awal dalam menggaungkan gerakan lingkungan kerja bersih dari narkoba melalui Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo, Brigjen Sri Bardiyati, sebagai narasumber. Sosialisasi BNPP Gorontalo bersih dari narkoba di lingkungan BPBD Provinsi Gorontalo yang dirangkaikan dengan kegiatan pembahasan dan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rancangan Awal Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Provinsi Gorontalo.

Melalui kegiatan ini, BPBD Gorontalo tidak hanya memperkuat kapasitas aparatur dalam menghadapi ancaman bencana, tetapi juga mendorong terbentuknya ketahanan diri dan lingkungan kerja dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengatakan bahwa ketangguhan daerah tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi bencana alam, tetapi juga dari kemampuan menjaga masyarakat dan lingkungan kerja dari berbagai ancaman sosial, termasuk narkoba.

“Bencana bukan hanya tentang gempa bumi, banjir, atau tanah longsor. Narkoba adalah bencana sosial nyata yang mengancam fondasi bangsa, merusak masa depan generasi muda, dan melemahkan ketahanan daerah,” ujar Rusli, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, kolaborasi BPBD dengan BNNP Gorontalo menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan secara menyeluruh. Aparatur pemerintah diharapkan tidak hanya memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Melalui kolaborasi dengan BNN hari ini, saya berharap seluruh jajaran BPBD Provinsi Gorontalo dan seluruh stakeholder yang hadir dapat menjadi benteng terdepan. Kita harus tangguh menghadapi bencana alam, sekaligus bersinar bersih narkoba dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja,” katanya.

Rusli menegaskan, kegiatan sosialisasi KIE P4GN tidak boleh berhenti pada pemahaman teoritis semata. Nilai-nilai pencegahan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa sinergi antara program penanggulangan bencana dan P4GN merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan daerah secara terpadu.

“Implementasi dari apa yang kita bahas hari ini baru saja dimulai. Mari kita kawal dokumen RPB ini hingga ditetapkan, dan mari kita wujudkan lingkungan kerja BPBD yang bebas dari narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, melalui sosialisasi KIE P4GN, BNNP Gorontalo mendorong peningkatan pemahaman aparatur pemerintah mengenai bahaya narkotika sekaligus pentingnya membangun lingkungan yang mampu mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengimplementasikan RAD P4GN di Provinsi Gorontalo. BPBD sebagai OPD yang memiliki tugas dalam penanggulangan bencana diharapkan dapat mengintegrasikan aspek pencegahan narkoba ke dalam upaya membangun ketahanan masyarakat.

BPBD Provinsi Gorontalo menyampaikan apresiasi kepada BNNP Gorontalo atas kolaborasi yang dibangun. Sinergi kedua lembaga diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai program edukasi, pencegahan, serta implementasi aksi nyata di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. (mcgorontaloprov/ppid)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....