O2SN Diksus 2026 Resmi Ditunda

  • 08 Sep 2026 12:01 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang Pendidikan Khusus (Diksus) Tahun 2026 resmi ditunda menyusul perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Keputusan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, keamanan perjalanan, serta kelancaran mobilisasi seluruh peserta dan pihak yang terlibat.

Melalui surat Nomor 1933/B/H3/PN.00/2026 tertanggal 6 September 2026, Puspresnas menyampaikan bahwa O2SN Diksus yang semula dijadwalkan pada 7–12 September 2026 ditunda sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan itu merupakan tindak lanjut atas arahan BNPB, BMKG, dan Kementerian Perhubungan terkait perkembangan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menyampaikan bahwa keselamatan peserta harus menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

“Penundaan ini tentu perlu kita sikapi dengan bijak. Keselamatan dan kenyamanan peserta, terutama anak-anak berkebutuhan khusus, harus menjadi prioritas. Kami akan mengikuti arahan resmi penyelenggara dan mempersiapkan kontingen untuk pelaksanaan pada waktu yang ditetapkan kemudian,” ujarnya.

Perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada sebaran abu vulkanik yang menyebabkan kondisi udara tidak sehat serta memengaruhi operasional transportasi udara dan darat.

Berdasarkan informasi BNPB pada 6 September 2026, sejumlah bandara mengalami penutupan sementara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, dan Budiarto Curug. Kondisi tersebut berpotensi menghambat mobilisasi peserta, pendamping, pelatih, juri, dan panitia.

Di tengah situasi tersebut, kontingen Provinsi Gorontalo sebenarnya telah dipersiapkan untuk mengikuti ajang itu. Kontingen berjumlah 11 orang, terdiri atas satu ketua kontingen, lima atlet, dan lima pendamping.

Bahkan, pada pagi hari sebelum keputusan penundaan diterima, seluruh kontingen telah bersiap menuju bandara. Sejumlah peserta dari Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara, yang harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju bandara, bahkan telah berada dalam perjalanan.

Semangat keberangkatan telah dibangun sejak pagi. Perlengkapan disiapkan, keluarga dan pendamping mengantar, sementara para atlet membawa harapan untuk tampil membawa nama Gorontalo di tingkat nasional.

Namun, di tengah perjalanan menuju bandara, kabar mengenai surat resmi penundaan O2SN Diksus akhirnya diterima. Perjalanan yang semula diarahkan menuju titik keberangkatan pun harus dihentikan dan dibatalkan.

Situasi tersebut menjadi momen yang penuh haru sekaligus menunjukkan kesiapan dan kesungguhan kontingen dalam mengikuti ajang tersebut. Meski harus menunda langkah, para peserta, pendamping, dan keluarga dapat memahami bahwa keputusan itu diambil demi keselamatan bersama serta memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam kondisi yang lebih baik.

Sejalan dengan itu, Affandi Lakoro, Ketua Tim Kerja Peserta Didik SMA dan Diksus, menyampaikan bahwa penundaan tersebut tetap dapat dimaknai secara positif.

“Penundaan ini bisa kita ambil sisi positifnya, memberi kesempatan pada kontingen untuk lebih memantapkan latihan pada pelaksanaan O2SN Diksus yang akan diselenggarakan oleh Puspresnas untuk hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Seluruh rencana keberangkatan kini menunggu pemberitahuan resmi mengenai jadwal pelaksanaan pengganti. Puspresnas menegaskan bahwa informasi perubahan jadwal akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi setelah mempertimbangkan perkembangan kondisi dan hasil koordinasi dengan instansi terkait.

Puspresnas juga mengimbau seluruh peserta, pendamping, dan pihak terkait untuk tidak melakukan perjalanan menuju lokasi sebelum adanya informasi resmi lebih lanjut.

Bagi kontingen Gorontalo, waktu tunggu ini menjadi kesempatan untuk tetap menjaga kesiapan atlet dan pendamping serta memantapkan latihan. Dengan demikian, mereka dapat berangkat dan bertanding dalam kondisi yang lebih aman, matang, dan kondusif setelah jadwal baru ditetapkan. (mcgorontaloprov/ppiod)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....