BPBD Gorontalo Gercep Verifikasi Data Kekeringan di Bongomeme

  • 05 Sep 2026 20:58 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo bergerak cepat melakukan verifikasi kondisi dan data kekeringan di sejumlah wilayah Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, Jumat, 4 September 2026.

Verifikasi ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan pada masa tanggap darurat, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat teridentifikasi secara tepat dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat sejumlah desa di Kecamatan Bongomeme yang sangat membutuhkan pasokan air bersih.

“Dari hasil verifikasi di lapangan, kebutuhan air bersih masih sangat diperlukan di beberapa desa yang berada di wilayah Kecamatan Bongomeme,” ujar Moh. Tahir Laendeng.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan respons cepat, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

Selain distribusi air bersih, BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan sarana pendukung untuk mengatasi persoalan kekurangan air secara lebih berkelanjutan.

Salah satu kebutuhan yang ditemukan di lapangan adalah pembangunan sumur suntik di beberapa titik yang terdampak kekeringan. Keberadaan sumur tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif sumber air bagi masyarakat, terutama pada wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

“Selain kebutuhan air bersih, ada juga kebutuhan sumur suntik di beberapa titik terdampak. Ini menjadi salah satu opsi yang perlu dikaji untuk membantu masyarakat mendapatkan sumber air,” jelas Tahir.

Tidak hanya itu, masyarakat di sejumlah titik terdampak juga membutuhkan penampung air atau tandon berkapasitas 1.200 liter. Sarana tersebut dinilai penting untuk menampung air yang didistribusikan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih efektif.

BPBD Provinsi Gorontalo akan terus melakukan pemutakhiran data dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan sesuai tingkat kebutuhan di lapangan.

Tahir menegaskan, verifikasi lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Data hasil verifikasi ini akan menjadi bahan untuk menentukan kebutuhan penanganan, baik distribusi air bersih maupun dukungan sarana seperti sumur suntik dan tandon air,” katanya.

BPBD Provinsi Gorontalo memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak kekeringan akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bertambahnya wilayah terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapatkan perhatian. (mcgorontaloprov/ppid)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....