Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo Serahkan Bantuan Mesin dan Peralatan IKM
- 05 Sep 2026 10:08 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat atas keterlambatan proses distribusi bantuan. Menurutnya, keterlambatan tersebut bukan disengaja, tetapi disebabkan oleh sejumlah kondisi dalam proses pengadaan dan distribusi barang.
“Alasan pertama adalah adanya perbedaan merek barang yang diterima dengan merek yang tercantum dalam permohonan. Namun demikian, barang yang diberikan tetap memiliki fungsi yang sama, bahkan dalam beberapa kondisi memiliki merek dan kualitas yang lebih tinggi,” kata Fayzal Lamakaraka, jumat, 5 September 2026.
Fayzal mencontohkan, salah satu permohonan bantuan untuk bengkel las mencantumkan merek Sino, sementara barang yang diperoleh adalah merek Ramko. Meskipun berbeda merek, barang tersebut memiliki fungsi yang sama dan kualitas yang dinilai lebih baik.
Permohonan maaf Fayzal ini disampaikan pada penyerahan bantuan mesin dan peralatan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor perbengkelan, pangan, dan kerajinan se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dekranasda.
Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan kapasitas usaha masyarakat serta mendorong peningkatan perekonomian dan pendapatan para pelaku IKM.
“Kalau merek yang dimohonkan rupanya berada di bawah, tetapi dengan nilai pengganti kita mendapatkan merek yang di atas, maka tetap kita sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia,” lanjut Fayzal.
Alasan kedua, kata Fayzal, berkaitan dengan perencanaan harga pada saat penyusunan anggaran. Harga barang yang sebelumnya diperkirakan sesuai dengan kemampuan anggaran, mengalami kenaikan ketika proses pengadaan berlangsung. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian agar pengadaan tetap dapat dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang tersedia.
“Perencanaan harga yang awalnya bisa kita jangkau dengan anggaran, tiba-tiba mengalami kenaikan. Karena itu semuanya harus disesuaikan kembali dengan budget yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, alasan ketiga berkaitan dengan proses penyediaan barang yang sebagian besar didatangkan dari luar daerah Gorontalo. Proses pengiriman membutuhkan waktu, mulai dari antrean kapal, ketersediaan kontainer, hingga kondisi lapangan yang turut memengaruhi waktu distribusi.
“Semua barang yang disediakan pihak ketiga didatangkan dari luar Gorontalo. Mulai dari antrean kapal, kontainer, sampai kondisi di lapangan, semuanya membuat proses distribusi mengalami keterlambatan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas kembali menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan karena unsur kesengajaan, melainkan akibat berbagai kondisi yang terjadi dalam proses pengadaan dan pengiriman.
Fayzal juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo yang terus memberikan dukungan terhadap program-program pemerintah daerah. Menurutnya, meskipun pemerintah tengah menghadapi kondisi efisiensi anggaran, program yang menjadi kebutuhan masyarakat tetap diupayakan untuk dapat dipenuhi.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur yang terus memberikan support. Di tengah efisiensi yang ada, program-program yang harus dipenuhi tetap berusaha kita wujudkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terdapat pula kondisi barang yang diterima tidak sepenuhnya sama dengan permohonan awal. Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi harga barang di pasaran, termasuk adanya kenaikan pajak terhadap mesin dan peralatan yang berasal dari pabrikan.
“Mulai dari pajak yang naik, karena semua pengadaan alat dan mesin pabrikan, maka pengenaan pajak menjadi wajib bagi pengelola,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian barang yang didatangkan dari luar daerah sampai di Gorontalo dalam kondisi terpisah sehingga membutuhkan proses perakitan. Setelah barang tiba, pihaknya harus mencari tenaga ahli atau teknisi untuk melakukan proses perakitan dan memastikan peralatan dapat digunakan dengan baik.
Kepada seluruh penerima manfaat, Fayzal meminta agar bantuan yang telah diterima dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk menunjang kegiatan usaha.
“Kalau bantuan sudah sampai, gunakan sebagaimana mestinya. Jika ada kendala, mohon dikonsultasikan kepada kami untuk kita bicarakan bersama,” imbaunya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menyerahkan bantuan dalam kondisi yang tidak baik. Oleh karena itu, apabila setelah digunakan terdapat fungsi yang belum maksimal atau kendala teknis, penerima diharapkan segera melakukan komunikasi dengan pihak dinas agar dapat dicarikan solusi.
Dalam sambutannya, Fayzal turut menyampaikan penghargaan kepada anggota legislatif yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui proposal bantuan yang disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Semua barang ini juga atas support anggota legislatif yang menitipkan proposal bantuan. Tanpa legislatif, tentu bantuan ini tidak bisa diperjuangkan. Ini semua merupakan aspirasi anggota DPRD melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) yang kemudian sampai ke dinas,” tuturnya.
Melalui penyerahan bantuan mesin dan peralatan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap para penerima manfaat dapat meningkatkan produktivitas usaha, mengembangkan kapasitas produksi, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memperbaiki ekonomi dan meningkatkan pendapatan para penerima bantuan,” pungkasnya. (mcgorontaloprov/yuyun)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....