Gorontalo Remajakan Tanaman Kelapa Seluas 10 Hektar
- 03 Sep 2026 09:59 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, luas areal perkebunan kelapa di wilayah ini mencapai sekitar 70.000 hektare, dengan sebaran terluas di Kabupaten Gorontalo yang mencakup sekitar 22.000 hektare.
Dengan luasan ini kelapa menjadi komoditas perkebunan terbesar dan paling strategis di Provinsi Gorontalo.
Melihat kondisi ini, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahida Rusli Habibie bergerak cepat dalam pengembangan perkebunan kelapa. Berkat upaya yang dilakukan, dukungan dari Pemerintah Pusat berhasil mendapat alokasi bibit kelapa unggul untuk program peremajaan dan penanaman baru seluas 10.000 hektare.
"Penyaluran bibit ini sudah mulai berjalan dan ditargetkan selesai seluruhnya hingga November tahun ini," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Ramdhan Pade, Rabu, 2 September 2026.
Ramdhan PAde mengharapkan langkah ini menjadi fondasi awal untuk mengangkat derajat petani kelapa Gorontalo, dari yang sekadar menanam dan menjual bahan mentah, menuju produktivitas tinggi dan nilai ekonomi yang jauh lebih besar.
Ramdhan Pade juga menegaskan bahwa tanaman kelapa tumbuh dan dikelola masyarakat luas, bukan didominasi perusahaan besar.
Ia juga mengungkapkan pendapatan puluhan ribu rumah tangga petani di berbagai kabupaten sangat bergantung pada tanaman ini. Dengan alasan inilah kelapa menjadi komoditas strategis bagi Gorontalo.
"Hampir seluruh bagian pohon kelapa memiliki nilai ekonomi, mulai dari air, daging buah, tempurung, sabut, hingga batangnya, semuanya bisa dimanfaatkan," ujar Ramdhan Pade.
Ramdhan juga mengatakan di balik kekayaan alam yang melimpah, masih ada tantangan berat yang harus dihadapi. Sebagian besar petani masih menjual hasil panen dalam bentuk kelapa butir dan kopra — belum banyak yang diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Kelemahan kelembagaan petani serta keterbatasan teknologi pasca panen menjadi penyebab utamanya.
Ditambah lagi, banyak pohon kelapa yang kini tergolong sudah tua dan belum diremajakan, sehingga produktivitasnya menurun. Belum lagi tantangan lain seperti berkurangnya tenaga panen, minimnya penggunaan bibit unggul, serta pola budidaya yang masih tradisional — ditanam lalu dibiarkan tanpa pemupukan teratur.
"Makanya keuntungan petani belum setinggi potensi sebenarnya. Padahal kalau dikelola dengan baik, kelapa ini bisa menjadi penopang ekonomi rakyat yang jauh lebih besar lagi," jelas Ramdhan Pade.
Menurutnya program ini bukan sekadar menanam pohon baru, tapi menanam harapan baru bagi puluhan ribu keluarga petani di Gorontalo. Kelapa adalah komoditas rakyat, dan kemajuan kelapa berarti kemajuan rakyat Gorontalo. (mcgorontaloprov/hariman)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....