Tembus 12,6 Ton/Ha, Poktan Subur Buktikan Potensi Besar Padi Organik
- 29 Agt 2026 14:10 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Kelompok Tani (Poktan) Subur, Kelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, mencatat hasil menggembirakan melalui penerapan budidaya padi organik.
Berdasarkan kegiatan ubinan produktivitas padi di lahan kelompok tersebut mencapai setara 12,6 ton gabah per hektare.
Kegiatan ubinan dilakukan langsung di areal pertanaman padi milik Poktan Subur dengan melibatkan petani, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petugas terkait. Pengukuran ini dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai produktivitas tanaman sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penerapan teknologi budidaya padi organik yang dikembangkan petani.
Capaian tersebut menjadi kabar positif bagi Poktan Subur. Produktivitas 12,6 ton per hektare menunjukkan bahwa budidaya padi organik memiliki potensi untuk menghasilkan produksi tinggi apabila didukung pengelolaan lahan, pemeliharaan tanaman, serta perlindungan tanaman yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (Balintan) DKPTPH Provinsi Gorontalo, Abd Wahid Lahay, mengatakan bahwa keberhasilan produksi tidak hanya ditentukan oleh kesuburan tanah dan teknik budidaya, tetapi juga bagaimana petani menjaga tanaman dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
“Produktivitas yang tinggi harus dibarengi dengan tanaman yang sehat. Karena itu, perlindungan tanaman menjadi bagian penting dalam budidaya, termasuk pada pertanian organik. Pengamatan OPT harus dilakukan secara rutin agar setiap potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” ujar Abd Wahid Lahay, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Menurutnya, penerapan pertanian organik perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem lahan. Pengelolaan kesuburan tanah, penggunaan bahan organik, pengamatan pertanaman, serta pengendalian OPT secara tepat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya mempertahankan produktivitas.
“Kami mengapresiasi Poktan Subur yang terus mengembangkan budidaya padi organik. Hasil ubinan ini menjadi bukti bahwa praktik pertanian yang ramah lingkungan juga dapat memberikan hasil yang menggembirakan. Sinergi petani dengan POPT dan petugas teknis perlu terus diperkuat,” tambahnya.
Kegiatan ubinan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana penerapan budidaya padi organik memberikan dampak terhadap produktivitas di tingkat lapangan. Hasil pengukuran diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan motivasi bagi kelompok tani lainnya di Provinsi Gorontalo.
Ke depan, pengembangan padi organik diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menjaga kesehatan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap input kimia, serta menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan capaian 12,6 ton per hektare, Poktan Subur menunjukkan bahwa pertanian organik memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Provinsi Gorontalo. (mcgorontaloprov/oman)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....