GKK 2026 Diharapkan Berdampak Bagi Ekonomi Masyarakat

  • 28 Agt 2026 08:08 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 disiapkan berlangsung meriah dengan melibatkan sekitar 50 kontingen dan 650 peserta.

Event pariwisata yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI ini diharapkan mampu memperkuat promosi Karawo sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di Gorontalo.

GKK 2026 merupakan bagian dari rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo 2026 x Hulonthalo Art and Craft Festivaldengan mengusung tema “Ritme Hulontalo, Harmoni Warisan Gorontalo”. Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan pada 11-13 September 2026.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyampaikan bahwa berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan GKK tahun ini berjalan maksimal.

“GKK bukan hanya tentang karnaval, tetapi bagaimana event ini mampu menjadi ruang promosi budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Gorontalo. Kita ingin Karawo semakin dikenal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Sultan.

Berdasarkan target pelaksanaan tahun 2026, peserta Karnaval Karawo ditargetkan mencapai 650 orang, sementara kegiatan Mo Karawo Kolosal akan melibatkan sekitar 500 peserta.

Tidak hanya karnaval, GKK 2026 juga menargetkan keterlibatan 225 pelaku ekraf/UMKM melalui booth usaha.

Kehadiran ratusan pelaku usaha tersebut diharapkan membuka peluang promosi sekaligus memperluas pasar produk lokal Gorontalo.

Dari sisi kunjungan, event ini menargetkan sekitar 20.000 pengunjung yang tersebar di dua lokasi utama, yakni GPCC dan Citimall Gorontalo.

Tingginya jumlah kunjungan diharapkan turut memberikan efek berganda bagi sektor perdagangan, kuliner, transportasi, akomodasi dan jasa pariwisata lainnya.

GKK 2026 juga menargetkan nilai business matching, pembiayaan dan ekspo mencapai Rp1,75 miliar. Sementara dampak ekonomi yang ditargetkan bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM mencapai sekitar Rp4,5 miliar.

Untuk memperkuat atmosfer event, sebanyak 150 personel pemain musik kreatif juga akan dilibatkan dalam rangkaian kegiatan.

Menurut Sultan, berbagai target tersebut menunjukkan bahwa GKK dirancang tidak sekadar sebagai pertunjukan budaya, tetapi sebagai event yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana event ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM, ekonomi kreatif, seniman, generasi muda dan sektor pariwisata harus mendapatkan manfaat dari pelaksanaan GKK,” tambahnya. (mcgorontaloprov/Anna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....