Boalemo Menjadi Daerah Pengembangan Jagung Pangan Industri
- 25 Agt 2026 11:48 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario, mengatakan pengembangan jagung pangan industri merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas jagung sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi petani.
“Pemerintah tidak hanya fokus pada pengembangan jagung untuk pakan, tetapi mulai mendorong jagung sebagai bahan baku industri pangan. Kabupaten Boalemo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu daerah pengembangan jagung pangan industri di Provinsi Gorontalo,” ujar Muljady, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, pengembangan jagung pangan industri diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, serta ekosistem agribisnis yang memberikan manfaat lebih besar bagi petani.
Untuk itu pemerintah terus mendorong pengembangan komoditas jagung di Provinsi Gorontalo, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, tetapi juga sebagai bahan baku industri pangan.
Kabupaten Boalemo menjadi salah satu daerah yang diarahkan sebagai kawasan pengembangan jagung pangan industri karena memiliki potensi sebagai salah satu sentra produksi jagung utama di Provinsi Gorontalo.
Pengembangan jagung pangan industri dilakukan seiring tingginya kebutuhan industri nasional yang mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, dengan harga pembelian jagung pangan industri mencapai Rp7.200 per kilogram pada kadar air 14 persen, dibandingkan jagung pakan yang berada di kisaran Rp6.500 per kilogram pada kadar air yang sama.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan benih jagung senilai sekitar Rp4,5 miliar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo kepada petani di Kabupaten Boalemo.
Bantuan benih jagung tersebut disalurkan pada 18, 19 dan 24 Agustus 2026, dengan total sebanyak 75 ton untuk mendukung pengembangan areal tanam sekitar 5.000 hektare.
Bantuan tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Paguyaman, Tilamuta, Dulupi, Mananggu, Wonosari dan Botumoiyo, yang mencakup 71 desa dan 137 kelompok tani. Secara keseluruhan, bantuan tersebut ditujukan kepada sekitar 3.410 petani.
Pemerintah juga akan memfasilitasi kemitraan antara petani di daerah dengan industri besar nasional. Kemitraan tersebut penting untuk memberikan kepastian pasar sekaligus menjamin serapan hasil panen petani.
“Kita ingin petani tidak hanya menghasilkan jagung, tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik dari komoditas yang mereka usahakan. Karena itu, kemitraan dengan industri menjadi bagian penting agar hasil produksi petani memiliki pasar dan standar mutu yang jelas,” jelas Muljady.
Pengembangan jagung pangan industri juga membuka peluang peningkatan nilai tambah melalui pengolahan jagung menjadi berbagai produk turunan, seperti tepung dan pangan olahan. Dengan demikian, jagung tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas primer, tetapi dapat dikembangkan menjadi bahan baku industri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Namun demikian, pengembangan jagung pangan industri membutuhkan perhatian serius terhadap standar mutu. Jagung yang akan diserap industri pangan harus memenuhi persyaratan kualitas, antara lain kadar air maksimal sekitar 14 persen dan kandungan aflatoksin kurang dari 20 ppb.
Untuk memenuhi standar tersebut, petani perlu memperhatikan proses produksi hingga pascapanen. Jagung dianjurkan dipanen sesuai umur fisiologis, yakni sekitar 120 hari atau lebih, serta menerapkan penanganan pascapanen yang baik dan benar.
Petani juga perlu memisahkan jagung yang rusak dari jagung yang baik, tidak menyimpan hasil panen langsung di atas tanah, serta menggunakan karung yang bersih ketika melakukan pengemasan jagung tongkol maupun jagung pipil.
Pada proses pemipilan, kecepatan putaran mesin juga perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan kerusakan fisik pada biji jagung. Kecepatan mesin pemipil dianjurkan maksimal sekitar 500 rpm.
Dengan dukungan bantuan benih, peningkatan kualitas produksi, penerapan penanganan pascapanen yang baik, serta kemitraan dengan industri, Kabupaten Boalemo diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sentra jagung pangan industri di Provinsi Gorontalo.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas, daya saing dan pendapatan petani, sekaligus mendorong transformasi jagung Gorontalo dari sekadar komoditas pakan menjadi komoditas strategis untuk memenuhi kebutuhan industri pangan nasional. (mcgorontaloprov/oman)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....