Workshop mengusung tema “Sehat dan Cerdas Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga” dan dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan kesehatan sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan TP PKK dalam mendorong penerapan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
Anang mengatakan, sinergi Dinkes P2KB dengan TP PKK perlu terus diperkuat agar edukasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk melalui peran kader yang berada dekat dengan keluarga.
“Sinergi pemerintah dan PKK harus terus kita perkuat. Kader yang berada dekat dengan masyarakat memiliki peran penting untuk menggerakkan keluarga, mulai dari pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit, hingga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan deteksi dini dan pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan dalam kegiatan tersebut turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menggerakkan keluarga sebagai bagian dari pembangunan kesehatan.
Melalui workshop ini, diharapkan kapasitas kader dan keluarga semakin kuat dalam menjalankan fungsi promotif dan preventif. Pemberdayaan keluarga juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya keluarga yang sehat, mandiri, produktif, serta memiliki pengetahuan yang memadai dalam menjaga kesehatan.
Anang menegaskan, pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, keluarga, kader, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan secara berkelanjutan. (mcgorontaloprov/ilb/md)