Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris Dorong Guru SMK Jadi Fasilitator di Era

  • 21 Agt 2026 22:10 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Transformasi pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi guru menghadapi perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Deep Learning dan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SMK di Era Digital yang berlangsung di SMK Negeri 1 Gorontalo.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dikbud Provinsi Gorontalo, Dewi Fatmawaty Talani hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo.

Dalam sambujtannya Dewi Talani menjelaskan bahwa transformasi pembelajaran Bahasa Inggris berbasis deep learning menuntut perubahan paradigma dalam proses pembelajaran.

"Guru tidak lagi semata-mata menjadi pusat informasi, tetapi berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik membangun pemahaman dan mengembangkan kemampuan komunikasi secara lebih aktif," kata Dewi, Kamis, 20 Agustus 2026,

Dewi menjelaskan pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan dan pengalaman belajar peserta didik sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.

Secara umum, materi kegiatan membahas kebijakan transformasi peran guru Bahasa Inggris SMK di era digital, khususnya dalam menghadapi disrupsi teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan. Materi tersebut mengarahkan perhatian pada bagaimana guru dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus tetap menjalankan fungsi pedagogisnya secara optimal untuk mendukung lahirnya lulusan yang kompetitif secara global.

Gambaran materi juga menekankan penerapan tiga pilar pembelajaran mendalam, yaitu mindful (penuh kesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan atau memuliakan). Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan agar pembelajaran Bahasa Inggris tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi mendorong peserta didik memahami dan menggunakan bahasa sesuai fungsi komunikatifnya. Di sisi lain, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) diarahkan sebagai sarana pendukung pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada peserta didik, dengan tetap membutuhkan pendampingan pedagogis dari guru. (mcgoronmtaloprov/ppid)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....