Wamen Dikdasmen Tinjau Pelaksanaan PJJ di Gorontalo

  • 19 Agt 2026 21:29 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di SMA Negeri 1 Gorontalo, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut turut didampingi Gubernur Gusnar Ismail, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad serta Kepala Sekolah Adianiwaty S. Polapa.

PJJ merupakan program Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak tidak sekolah (ATS) dan peserta didik yang memiliki kendala mengikuti pembelajaran reguler. Dilaksanakan secara daring oleh guru sesuai mata pelajaran, program pembelajaran dan tingkatan sama dengan sekolah reguler.

Dalam kunjungan itu, Wamen berinteraksi langsung dengan siswa melalui Zoom Meeting dan mendengarkan kendala pembelajaran dari para guru. Ia juga memberikan motivasi kepada siswa serta meminta pemerintah daerah memperkuat sosialisasi PJJ karena program ini membantu anak-anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara reguler.

“Teori PJJ ini 100 persen tidak tatap muka. Tapi praktiknya nanti mungkin bisa diusahakan untuk berkumpul, jangan belajar terus. Supaya ada ikatan,” kata Fajar.

Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamendikdasmen yang melihat langsung pelaksanaan PJJ di Gorontalo. Ia menilai program tersebut perlu ditangani secara serius dan fokus, terutama dalam menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan.

Gusnar juga akan mendorong pemerintah daerah untuk keberhasilan PJJ, mulai dari menjaring peserta hingga menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Ia menilai perlu adanya interaksi sebelum pembelajaran dimulai serta gathering yang dapat dilakukan sewaktu-waktu untuk memperkuat kebersamaan para peserta.

“Memang menurut saya harus kita tangani serius dan fokus. Ini ada kendala dalam menemukan anak-anak, itu harus ada effort khusus, tidak bisa normal-normal saja seperti mendaftar orang masuk SMA. Nanti pemda juga akan turun tangan,” kata Gusnar.

SMA Negeri 1 Gorontalo ditetapkan sebagai sekolah induk PJJ dengan dua sekolah mitra, yakni SMA Negeri 2 Limboto dan SMA Negeri 1 Gorontalo Utara. Tahun ini, sebanyak 15 siswa dari kabupaten/kota telah mengikuti PJJ yang diharapkan dapat membantu menekan angka anak tidak sekolah di Gorontalo. Program ini mulai dipersiapkan sejak April, sementara pembelajaran dimulai 10 Agustus 2026 dan diawali dengan MPLS. (mcgorontaloprov/mila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....