TMP Pentadio Hening, Apel Kehormatan dan Renungan Suci Berlangsung Khidmat

  • 16 Agt 2026 17:27 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Jarum jam mendekati tengah malam. Suasana di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pentadio, Kabupaten Gorontalo, mendadak hening. Di tengah gelapnya malam, penghormatan kepada para pahlawan kembali dikumandangkan melalui Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Apel yang dimulai pukul 23.45 WITA itu berlangsung penuh khidmat. Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo Irjen Pol. Widodo bertindak sebagai inspektur upacara.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, jajaran Forkopimda, unsur TNI dan Polri, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Pelaksanaan Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini dikoordinasikan Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo Reflin Buata mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian proses Apel Kehormatan dan Renungan Suci berjalan dengan khidmat,” kata Reflin.

Menurutnya, suksesnya kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama dan sinergi seluruh pihak yang terlibat, baik pemerintah daerah, TNI-Polri maupun petugas yang sejak beberapa hari sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan di kawasan TMP Pentadio.

Mulai dari pembersihan lingkungan, penataan kawasan makam, hingga koordinasi teknis dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.

Reflin menegaskan, Apel Kehormatan dan Renungan Suci bukan hanya agenda rutin dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

“Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan. Kita harus terus menjaga semangat perjuangan mereka dan mewariskannya kepada generasi penerus,” ujarnya.

Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan sejarah dan terus mengisi kemerdekaan dengan karya serta pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah.

Dengan berakhirnya rangkaian apel, suasana di TMP Pentadio perlahan kembali hening. Namun, pesan yang ditinggalkan dari renungan malam itu tetap menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dibayar mahal dengan pengorbanan para pahlawan.(mcgorontaloprov/owan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....