Penilaian dipimpin Staf Khusus Gubernur Bidang Agro Maritim sekaligus Ketua Tim Penilai, Ishak Ntoma, bersama anggota tim penilai Triyanto Bialangi dan Ramlah Habibie.
Kedatangan tim penilai disambut Sekretaris Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Jeane Istanti Dalie, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Syafiin S. Napu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Erni Nuraini Mansur, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Andriyanto Abdussamad serta jajaran Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kebersihan dan kerapian lingkungan kantor, tetapi mencakup sejumlah aspek pendukung tata kelola perkantoran. Tim juga memeriksa sarana kesehatan dan keselamatan kerja (K3), kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta pengelolaan arsip dan dokumen.
Ishak Ntoma mengatakan, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo memiliki tantangan untuk mempertahankan prestasi sebagai juara pertama lomba kebersihan kantor yang diraih pada tahun sebelumnya. Namun, penilaian tahun ini dilakukan dengan cakupan yang lebih menyeluruh.
“Kalau kami melihat Dinas Kesehatan ini kan tahun lalu juara satu, mereka mempertahankan kejuaraan itu sudah pasti. Memang kami lebih melihat komprehensif dari semua aspek sehingga hal-hal yang tahun lalu mungkin tidak dilihat ataupun kurang itu akan coba kita lebih monitor lagi kita lebih pastikan lagi apa itu sudah di di Follow up untuk perbaikan” kata Ishak.
Dalam pemeriksaan sarana K3, tim penilai melihat keberadaan jalur evakuasi, titik kumpul dan alat pemadam api ringan (APAR). Aspek tersebut dinilai penting untuk memastikan kesiapsiagaan pegawai dan lingkungan kantor ketika menghadapi situasi darurat, termasuk bencana. Selain itu, pengelolaan arsip menjadi salah satu perhatian dalam penilaian. Ketersediaan dan kemudahan akses terhadap dokumen dinilai penting untuk mendukung administrasi pemerintahan serta memastikan informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan secara cepat.
“Contoh misalnya kalau gedung bertingkat seperti ini, kita ingin melihat ada jalur evakuasi ketika terjadi gempa bumi, alat pemadam kebakaran apakah selalu aktif kemudian arsip itu penting karena banyak orang yang memandang enteng padahal arsip ini satu dokumen yang menunjukkan atau suatu saat itu diperlukan, gampang membukanya atau gampang mencarinya” ungkapnya.
Ishak juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), terutama pada perangkat daerah yang memiliki fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, SOP diperlukan untuk memastikan proses pelayanan berjalan secara terarah dan memiliki standar yang jelas.
“Manajemen pelayanan mestinya ada semacam SOP khususnya untuk kantor-kantor yang berhubungan dalam pelayanan publik” pungkasnya.
Penilaian kebersihan kantor dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong perangkat daerah membangun lingkungan kerja yang bersih, aman dan tertib. Aspek kebersihan, keselamatan kerja, pengelolaan administrasi hingga standar pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang mendukung pelayanan publik berkualitas. (mcgorontaloprov/ilb/md)