Dikbud Gorontalo Perkuat Peran BK di Sekolah

  • 13 Agt 2026 12:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad menegaskan bahwa tantangan pendidikan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial.

Persoalan kesehatan mental, perundungan, penurunan motivasi belajar, serta berbagai tantangan perkembangan remaja membutuhkan perhatian serius dari seluruh unsur pendidikan.

Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mengembangkan pengetahuan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter dan memastikan mereka memperoleh dukungan yang sesuai dalam proses tumbuh kembangnya.

"Di sinilah peran guru Bimbingan dan Konseling serta guru pendamping menjadi garda terdepan. Kita perlu memastikan layanan yang diberikan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di tengah perubahan zaman," ujar Sudarman pada Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) Tahun 2026, Rabu, 12 Agustus 2026.

Sudarman mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dikbud untuk memperkuat kualitas layanan BK di satuan pendidikan. Penguatan kompetensi guru dinilai penting agar sekolah mampu memberikan pendampingan yang lebih tepat terhadap kebutuhan akademik, sosial, emosional, dan karakter peserta didik.

Ia juga mengakui bahwa ketersediaan guru BK dengan rasio yang ideal dan penguasaan kompetensi layanan konseling modern masih perlu terus diperkuat. Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Dikbud dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperkuat sistem layanan peserta didik di SMA dan SMK di Provinsi Gorontalo.

Menurut Sudarman, layanan BK yang berkualitas harus mampu bergerak dari pola penanganan masalah menuju upaya pencegahan dan deteksi dini. Guru diharapkan memiliki kemampuan mengenali potensi persoalan emosional, psikologis, maupun sosial peserta didik sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat dan sedini mungkin.

"Harapan kita adalah terwujudnya standar layanan BK yang merata dan berkualitas di seluruh SMA dan SMK di Provinsi Gorontalo. Kita juga ingin membangun sistem deteksi dini di sekolah terhadap berbagai potensi permasalahan peserta didik," katanya.

Melalui pelatihan ini, Dikbud Provinsi Gorontalo mendorong penguatan layanan BK sebagai bagian integral dari peningkatan mutu pendidikan. Kolaborasi antara guru, sekolah, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, responsif, dan mendukung perkembangan peserta didik secara utuh. (mcgorontaloprov/ppid)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....