Pemprov Gorontalo Apresiasi UNG Wujudkan Kampus Ramah Perempuan
- 07 Agt 2026 19:43 WIB
- Gorontalo
RRRI.CO.ID, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) mengapresiasi Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) atas komitmennya dalam membangun kampus yang ramah perempuan, aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Komitmen ini dilakukan UNG melalui penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Apresiasi disampaikan Kepala Dinas PPPA-PMD Yana Yanti Suleman saat menjadi narasumber pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Investigasi Satgas PPKPT Universitas Negeri Gorontalo dengan materi Kolaborasi dan Jejaring Penanganan Kekerasan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Yana Suleman, langkah strategis yang dilakukan Universitas Negeri Gorontalo merupakan wujud nyata kepemimpinan perguruan tinggi yang menempatkan keselamatan, martabat, dan hak-hak sivitas akademika sebagai prioritas utama. Kehadiran Satgas PPKPT bukan hanya memenuhi amanat regulasi, tetapi juga membangun budaya kampus yang menghormati kesetaraan, mencegah kekerasan, dan memberikan perlindungan bagi setiap warga kampus.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Rektor Universitas Negeri Gorontalo beserta seluruh jajaran atas komitmennya dalam mewujudkan kampus yang ramah perempuan, aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan," kata Yana.
Ini merupakan langkah maju yang menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai ruang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan perlindungan terhadap perempuan serta kelompok rentan.
Yana menegaskan bahwa kampus merupakan salah satu ruang publik yang harus mampu memberikan rasa aman bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, penguatan kapasitas Satgas PPKPT menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang profesional, cepat, berpihak kepada korban, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Yana menyampaikan bahwa komitmen Universitas Negeri Gorontalo tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berintegritas melalui penyediaan lingkungan pendidikan yang aman serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Komitmen ini juga selaras dengan visi pembangunan Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan terhadap perempuan dan anak, penguatan tata kelola pemerintahan, serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sebagai bagian penting dari arah pembangunan daerah.
Menurut Yana, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan daerah menghadirkan ruang-ruang publik yang aman, termasuk lingkungan pendidikan tinggi yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Ia berharap komitmen Universitas Negeri Gorontalo dapat menjadi inspirasi bagi seluruh perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo untuk terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan pencegahan kekerasan melalui kebijakan internal yang berpihak pada korban, penguatan mekanisme pelaporan, peningkatan kapasitas Satgas PPKPT, serta pengembangan jejaring layanan dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
"Kampus yang ramah perempuan adalah kampus yang menjamin setiap mahasiswi, mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan dapat belajar, bekerja, dan berkarya tanpa rasa takut. Ketika rasa aman menjadi budaya, maka akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Gorontalo menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadilan," ujar Yana Suleman.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan tinggi yang semakin responsif terhadap isu perlindungan perempuan, menjadi teladan dalam pencegahan kekerasan, serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia, sebagaimana menjadi cita-cita bersama dalam mewujudkan *Gorontalo yang maju, aman, inklusif, dan berkeadilan. (mcgorontaloprov/fahmi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....