Wagub Ingatkan Ketegasan Kepala BGN, SPPG Melanggar Ditutup Permanen

  • 05 Agt 2026 19:49 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Gorontalo agar menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub saat meninjau langsung pelaksanaan pembagian MBG di SMP Negeri 1 Tabongo dan SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Wagub memastikan kualitas menu yang diterima siswa telah memenuhi aspek gizi, kebersihan, dan kelayakan konsumsi. Di SMP Negeri 1 Tabongo dengan 121 siswa, menu yang disajikan terdiri dari ayam rica, sayur labu, tahu goreng, dan buah pisang. Sementara di SMA Negeri 1 Tibawa dengan 1.278 siswa menerima menu ayam bumbu pop, sayur, tempe, serta buah manggis.

Menurut Idah, kualitas makanan yang disajikan menunjukkan perkembangan yang semakin baik dibandingkan sebelumnya. Hal itu mencerminkan meningkatnya tanggung jawab SPPG dalam menjalankan program strategis nasional tersebut.

“Dari hasil yang saya lihat hari ini, kualitas menu sudah menunjukkan kemajuan. Makanan yang disajikan enak, bergizi, layak, dan terlihat lebih baik. Ini tentu harus terus dipertahankan karena yang kita layani adalah anak-anak yang membutuhkan makanan berkualitas,” ujar Idah.

Wagub mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan tidak lepas dari komitmen Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Menurutnya, Kepala BGN telah memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengelola SPPG agar mematuhi seluruh standar operasional dalam pelaksanaan Program MBG.

“Kepala BGN yang baru sangat tegas. Sudah terbukti apabila ada SPPG yang tidak memenuhi standar atau melanggar ketentuan, langsung ditutup secara permanen. Ini menjadi peringatan bagi seluruh pengelola SPPG agar benar-benar bertanggung jawab dalam mengelola anggaran negara yang diperuntukkan untuk program MBG,” tegasnya.

Karena itu, Idah meminta seluruh pengelola SPPG di Gorontalo untuk terus menjaga kualitas makanan, mulai dari proses pengolahan hingga makanan diterima oleh para siswa. Ia menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh asupan bergizi yang aman dan berkualitas.

“Sebenarnya hari ini saya ingin sidak ke dapur SPPG, tetapi saya memilih datang langsung ke sekolah. Dari makanan yang diterima anak-anak, kita sudah bisa melihat bagaimana tanggung jawab pengelola SPPG dalam menjalankan tugasnya. Tapi nanti pasti kita akan sidak lagi ke SPPG-SPPG,” katanya.

Idah juga mengapresiasi dua SPPG yang melayani sekolah-sekolah yang ditinjau karena hingga saat ini belum pernah mendapatkan sanksi maupun penutupan akibat pelanggaran. Menurutnya, kondisi tersebut harus terus dipertahankan melalui komitmen menjaga mutu pelayanan. (mcgorontaloprov/echin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....