Gorontalo

Dinkes P2KB dan BPJS Gorontalo Gagas Puskesmas Percontohan PRB

  • 01 Agt 2026 16:35 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo bersama BPJS Kesehatan menggagas pengembangan puskesmas sebagai percontohan Program Rujuk Balik (PRB). Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat akses dan kesinambungan pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus (DM).

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa saat menutup Pertemuan Advokasi Pemenuhan SDM Kesehatan dalam Mendukung Peningkatan Kinerja Puskesmas melalui Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) dan Penguatan Layanan Rujukan, Jumat, 31 Juli /2026.

Anang menjelaskan, pengendalian penyakit kronis tidak hanya bergantung pada pemeriksaan dan konsultasi medis, tetapi juga kesinambungan pengobatan. Salah satu persoalan yang masih ditemukan berkaitan dengan akses pasien terhadap obat PRB.

Ia mencontohkan, pasien hipertensi dan diabetes yang sulit mencapai kondisi terkontrol dapat dipengaruhi oleh kendala dalam memperoleh obat secara rutin. Di sejumlah wilayah, jarak puskesmas dengan apotek yang telah bekerja sama dalam layanan PRB juga menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.

“Jangan sampai pasien sudah terkontrol, tetapi terkendala mendapatkan obat karena akses layanan PRB yang jauh.” ujar Anang.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijawab dengan memperkuat peran puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Puskesmas yang memiliki kesiapan dapat didorong untuk menjadi bagian dari jejaring layanan PRB, sehingga pasien tidak selalu bergantung pada fasilitas yang lokasinya jauh.

“Puskesmas harus kita dorong menjadi bagian dari solusi, termasuk sebagai puskesmas PRB agar pelayanan penyakit kronis lebih dekat dengan masyarakat.” tambahnya.

Pengembangan puskesmas sebagai pelaksana PRB juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan yang lebih dekat diharapkan dapat membantu memastikan pasien memperoleh obat dan pemantauan secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi hambatan akses yang berpotensi memengaruhi kepatuhan pengobatan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK). Optimalisasi pelayanan penyakit kronis, peningkatan kesinambungan pelayanan, penguatan tata kelola, serta pemenuhan sumber daya manusia kesehatan menjadi aspek yang perlu diperkuat agar kinerja puskesmas semakin optimal.

Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo bersama BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo selanjutnya merencanakan roadshow ke sejumlah puskesmas untuk membahas kesiapan pengembangan layanan PRB sekaligus mendorong peningkatan capaian KBK. Roadshow akan menjadi ruang untuk mengidentifikasi kendala di lapangan, memetakan puskesmas yang potensial menjadi percontohan, serta membahas kebutuhan sumber daya manusia, sarana prasarana, tata kelola pelayanan, dan jejaring dengan fasilitas kefarmasian.

Penguatan layanan primer tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong agar pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika masyarakat sakit, tetapi juga memastikan kesinambungan pengobatan dan pengelolaan penyakit kronis dapat berjalan secara optimal.

Komitmen tersebut menjadi penting mengingat puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Penguatan fungsi puskesmas, termasuk kesiapan menjadi bagian dari layanan PRB, diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kepada pasien sekaligus memperkuat sistem rujukan dan pelayanan JKN di Provinsi Gorontalo.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Dinkes P2KB, BPJS Kesehatan dan puskesmas, pengembangan percontohan PRB diharapkan dapat menjadi model yang dapat diperluas ke puskesmas lainnya. Sasaran akhirnya adalah memastikan masyarakat, khususnya pasien penyakit kronis, memperoleh pelayanan dan pengobatan yang lebih mudah diakses, berkesinambungan, dan berkualitas. (mcgorontaloprov/indah/ilb/md)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....