Pemkot Gorontalo Tetap Prioritaskan Infrastruktur Ditengah Efisiensi Anggaran
- 31 Jul 2026 19:53 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur meskipun dalam dua tahun terakhir pemerintah pusat maupun daerah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Komitmen tersebut diwujudkan melalui alokasi anggaran pembangunan di Kecamatan Kota Barat yang mencapai Rp3,69 miliar pada tahun anggaran 2025 dan 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kota Gorontalo, Heru Zulkifli Thalib, saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo dan Sosialisasi Urusan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan di Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, 27 Juli 2026.
Heru menjelaskan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu indikator nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Gorontalo tetap menjadikan pembangunan sebagai prioritas.
"Pembangunan infrastruktur merupakan penanda adanya geliat pembangunan yang nyata dari pemerintah untuk masyarakat," ujar Heru.
Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kota Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,29 miliar untuk 10 paket pembangunan di Kecamatan Kota Barat. Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi ruang perpustakaan SDN 12 Kota Barat, rehabilitasi sanitasi di SDN 10 dan SDN 12 Kota Barat, rehabilitasi ruang kelas, penguatan tebing di Kelurahan Buliide dan Tenilo, peningkatan kualitas kawasan permukiman, penataan Lapangan Buliide, hingga rehabilitasi Kantor Kelurahan Buladu yang kini telah rampung.
Selain pembangunan fisik tersebut, Kelurahan Molosipat W juga menerima Dana Kelurahan lebih dari Rp138 juta yang dimanfaatkan untuk pengadaan motor gerobak (getor) sampah. Armada tersebut telah beroperasi sejak 1 Januari 2026 untuk mendukung penanganan sampah rumah tangga di wilayah setempat.
Dana kelurahan juga dimanfaatkan untuk perbaikan saluran drainase senilai Rp61 juta yang tersebar di lima titik dengan total panjang penanganan mencapai 1.410 meter.
Komitmen pembangunan berlanjut pada tahun anggaran 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk enam kegiatan pembangunan di Kecamatan Kota Barat. Program tersebut meliputi rehabilitasi pagar SDN 12, SDN 14, dan TK Pembina, pembangunan tangki septik komunal senilai Rp500 juta bagi sedikitnya 50 kepala keluarga atau 94 jiwa di Kelurahan Buladu, serta rencana pembangunan bendung penahan (check dam) di Kelurahan Buliide yang saat ini masih dalam proses penilaian appraisal untuk pembebasan lahan.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kota Gorontalo juga mengalokasikan program rehabilitasi taman bacaan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Kecamatan Kota Barat.
Heru menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan pemerintah yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik semata, tetapi merupakan bentuk nyata pelayanan pemerintah yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung," pungkasnya.
Melalui berbagai program yang telah dan sedang dilaksanakan, Pemerintah Kota Gorontalo berharap pemerataan pembangunan di Kecamatan Kota Barat dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan publik hingga tingkat kelurahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....