Walikota Gorontalo: Pertumbuhan Ekonomi Baru dan Digitalisasi Jadi Fokus 2027

  • 31 Jul 2026 19:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo menetapkan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung transformasi digital sebagai tema pembangunan daerah tahun 2027. Kebijakan tersebut menjadi arah utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 yang kini memasuki tahapan pembahasan lanjutan bersama DPRD Kota Gorontalo.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo terkait penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan kesepakatan penganggaran pembiayaan tahun jamak daerah serta penandatanganan berita acara penambahan sub kegiatan.

Dalam sambutannya, Adhan menjelaskan bahwa tema pembangunan tahun 2027 dirancang untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap kebijakan yang dituangkan dalam APBD harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, selain meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

"Tema pembangunan Kota Gorontalo tahun 2027 adalah pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung oleh transformasi digital. Dengan tema ini, setiap investasi pemerintah diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata melalui terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan baru yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Adhan.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan terus mengarahkan pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu strategi yang disiapkan yakni penguatan infrastruktur pemerintahan yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan ekonomi baru.

Dalam kerangka tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo juga merencanakan pembangunan kantor Wali Kota yang representatif sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pemerintahan modern. Menurut Adhan, pembangunan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana perkantoran, tetapi juga menjadi pusat layanan pemerintahan yang mendukung transformasi digital birokrasi dan pengembangan kawasan perkotaan.

"Pembangunan dirancang tidak hanya sebagai sarana perkantoran, tetapi juga sebagai pusat layanan pemerintahan yang mendukung transformasi digital birokrasi dan pengembangan kawasan perkotaan," ungkapnya.

Adhan menegaskan pembangunan infrastruktur pemerintahan harus mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Investasi pembangunan diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi daerah, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat aktivitas perdagangan dan jasa, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

"Pembangunan yang dilakukan harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi pelayanan publik maupun pengembangan ekonomi daerah," katanya.

Lebih lanjut, pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dinilai menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Kota Gorontalo sebagai kota jasa yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai pembangunan kawasan yang terintegrasi antara pelayanan publik, perdagangan, dan jasa akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kota pada masa mendatang.

Pada kesempatan itu, Adhan juga mengapresiasi dukungan DPRD Kota Gorontalo yang telah membahas dan menyepakati dokumen KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027. Ia menegaskan keberhasilan pembangunan daerah memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan legislatif.

"Dengan ditandatanganinya nota kesepakatan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, pemerintah daerah dan DPRD pada hakikatnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah sesuai dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2027," ujarnya.

Ia berharap seluruh tahapan pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027 dapat berjalan sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui tema pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung transformasi digital, Pemerintah Kota Gorontalo optimistis setiap kebijakan anggaran dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....