Anang menjelaskan, integrasi inovasi Rumah Pemulihan Gizi (Bele Mo’o Sehati), Posyandu 6 SPM, dan Rumah Desa Sehat menjadi strategi penting untuk memperkuat deteksi dini, pendampingan keluarga, intervensi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkelanjutan.
Anang juga mendorong seluruh peserta untuk memperkuat komitmen bersama melalui pemanfaatan data sebagai dasar intervensi, peningkatan kualitas pelayanan Posyandu, serta penguatan peran Rumah Desa Sehat sebagai pusat koordinasi pembangunan kesehatan di tingkat desa.
“Keberhasilan penurunan stunting tidak hanya diukur dari menurunnya angka prevalensi, tetapi juga dari semakin aktifnya Posyandu, semakin kuatnya peran pemerintah desa, dan semakin solidnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik bagi ibu dan anak,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung percepatan penurunan stunting sebagaimana menjadi prioritas Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. Melalui penguatan konvergensi program dan sinergi lintas sektor, pemerintah berharap upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bone Bolango dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. (mcgorontaloprov/ilb/md)