Tenaga Sanitasi Didorong Perkuat Pengawasan Pangan Siap Saji

  • 28 Jul 2026 09:44 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pengawasan keamanan pangan tidak cukup hanya dilakukan ketika ditemukan permasalahan. Pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan berbasis risiko, sehingga sumber-sumber potensi bahaya dapat diidentifikasi dan dikendalikan sejak awal.

“Pengawasan pangan harus berbasis risiko, sehingga potensi bahaya dapat kita identifikasi dan kendalikan sebelum menimbulkan masalah kesehatan,” kata Anang S. Otoluwa Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo saat menjadi narasumber pada Pelatihan Pengawasan Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko bagi Tenaga Sanitasi Lingkungan, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Senin, 27 Juli 2026.

Menurutnya, Tenaga Sanitasi Lingkungan memiliki peran strategis dalam memastikan penerapan higiene dan sanitasi pada tempat pengelolaan pangan, mulai dari kondisi lingkungan, kualitas air, bahan pangan, proses pengolahan, kebersihan peralatan, hingga praktik higiene penjamah makanan.

Anang juga mendorong agar hasil pengawasan tidak berhenti pada kegiatan inspeksi, tetapi ditindaklanjuti dengan pembinaan dan edukasi kepada pengelola pangan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kepatuhan sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap keamanan pangan.

“Tenaga sanitasi lingkungan harus mampu menjadi pengawas sekaligus pembina agar budaya keamanan pangan tumbuh di setiap tempat pengelolaan pangan,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi tenaga sanitasi lingkungan di Kabupaten Pohuwato dalam melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengawasan, serta tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan keamanan pangan siap saji.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Tenaga Sanitasi Lingkungan dalam melaksanakan pengawasan keamanan pangan siap saji secara lebih sistematis, terukur, dan berbasis tingkat risiko. Pengawasan tersebut penting untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi persyaratan kesehatan serta aman dari potensi bahaya biologis, kimia, maupun fisik.

Dengan meningkatnya kapasitas petugas, pengawasan di lapangan diharapkan semakin efektif dan mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko penyakit yang ditularkan melalui pangan, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan pangan yang sehat dan aman di Provinsi Gorontalo. (mcgorontaloprov/ilb/md)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....