BPBD Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi di Teluk Tomini Selatan
- 24 Jul 2026 20:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut menyusul peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo.
Peringatan tersebut berlaku mulai 25 Juli 2026 pukul 08.00 WITA hingga 28 Juli 2026 pukul 08.00 WITA.
Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di wilayah perairan Gorontalo dipengaruhi oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina, utara Maluku. Sistem cuaca tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi atmosfer di wilayah Gorontalo, yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng, mengatakan masyarakat, khususnya nelayan tradisional, diminta untuk tidak mengabaikan informasi cuaca yang disampaikan BMKG sebelum memutuskan melaut.
"Nelayan diharapkan selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Apabila kondisi cuaca memburuk atau gelombang semakin tinggi, sebaiknya menunda aktivitas melaut demi keselamatan bersama," ujar Moh. Tahir Laendeng, Jumat 24 Juli 2026.
BMKG memprediksi angin dominan bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan rata-rata 10–20 knot. Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di Perairan Utara Gorontalo dan Teluk Tomini Selatan Gorontalo, sehingga berpeluang memicu gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang meliputi Perairan Utara Gorontalo dan Teluk Tomini Selatan Gorontalo.
BPBD juga mengingatkan para operator kapal nelayan, perahu motor, serta pengguna transportasi laut lainnya untuk memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak, membawa perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, serta tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk hujan disertai angin kencang yang berpotensi memengaruhi aktivitas di laut maupun di sepanjang garis pantai.
BPBD Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan siap menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan potensi bahaya.
BPBD mengimbau masyarakat agar memperoleh informasi cuaca dan peringatan dini hanya dari sumber resmi BMKG dan pemerintah, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat di wilayah pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....