Pemprov Gorontalo dan KKP Mantapkan Sentra Rumput Laut Laut Gorontalo Utara
- 24 Jul 2026 16:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo terus bergerak cepat merealisasikan audiensi Gubernur Gorontalo dengan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang langkah konkret tindak lanjut pengembangan sentra industrialisasi rumput laut terpadu di perairan Kabupaten Gorontalo Utara.
Hal ini dipastikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain setelah diterima Dirjen Perikanan Budidaya KKP pada Jumat, 24 Juli 2026.
Aryanto mengatakan rumput laut dinilai sebagai komoditas masa depan yang tidak hanya memiliki ketahanan ekonomi tinggi, tetapi juga rendah emisi carbon. Hal ini selaras dengan kebijakan Ekonomi Biru KKP (Blue Economy) serta Program Unggulan Agromaritim Gorontalo yang diusung dalam agenda pembangunan daerah.
Menurutnya, proyeksi total kawasan pengembangan rumput tersebar di kabupaten/kota. Untuk tahap pertama intervensi KKP disiapkan untuk wilayah perairan Gorontalo Utara mencakup lahan 1.686 hektar perairan yang berada disekitar Kecamatan Kwandang dan Ponelo Kepulauan.
Lahan ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan kebun bibit rumput laut dan kegiatan budidaya. Sedangkan untuk proses pengolahan akan memanfaatkan lahan HGU seluas 2 ha. Lahan darat ini akan dikembangkan sebagai kawasan pemrosesan dan pergudangan terpadu.
Dalam arahannya, Dirjen Perikanan Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu yang didampingi Direktur Budidaya Air Tawar menyambut baik kesiapan ruang laut dan komitmen Pemprov Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara dalam mendorong ekonomi rumput laut.
Tb. Haeru memastikan agenda pengembangan ini menjadi prioritas KKP dalam pengembangan budidaya laut di Gorontalo. Hal ini mencakup pendampingan teknis, dukungan infrastruktur pembibitan, budidaya dan processing.
“Saya mengapresiasi kepastian soal lahan pengembangan yang sudah clean and clear agar tidak lagi hambatan saat proyek dimulai nanti, serta intervensi awal Pemprov dalam penggunaan sarpras budidaya yang ramah lingkungan dalam pengembangan pilot kebun bibit rumput laut,” ujarnya.
Aryanto mengatakan kunjungan kepada Dirjen Budidaya ini sangat positif dan menjadi pertemuan strategis pasca kunjungan survey tim KKP di Gorontalo Utara beberapa waktu lalu. Menurutnya, DKP Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Dinas Perikanan Gorontalo Utara saat mendampingi survey Tim Kerja pengembangan rumput laut KKP telah memastikan kesiapan lahan perairan dan calon lokasi pengolahan.
“Kita akan menindaklanjutinya dengan kesiapan masyarakat pembudidaya agar bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Karena kewenangannya ada di Kabupaten, saya akan berkoordinasi lanjut dengan Pemda Gorut untuk kesiapan masyarakat dan petani rumput laut,” ungkapnya.
Pengembangan sentra rumput laut di Gorontalo Utara dirancang sebagai ekosistem komprehensif berbasis rantai pasok lengkap (end-to-end supply chain) dan mencakup tiga pilar utama pengembangan kebun bibit, intensifikasi & ekstensifikasi budidaya dan pengolahan serta pascapanen. Menurutnya, pembangunan sarana pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah (value-added) produk sebelum didistribusikan ke pasar nasional maupun ekspor.
"Saya berharap program ini diharapkan dapat membuka ratusan lapangan kerja baru bagi nelayan budidaya, kaum perempuan pesisir di sektor pengolahan, serta pelaku UMKM lokal, sekaligus berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik Provinsi maupun Kabupaten Gorontalo Utara,” tutupnya. (mcgorontaloprov/ppid)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....