Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yaitu 21-22 Juli 2026, merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Implementasi Program Pendidikan Kependudukan melalui Sekolah Siaga Kependudukan yang dilaksanakan pada 7 Juli 2026.
Sebanyak 36 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri atas 12 kepala sekolah pada sesi sosialisasi dan 24 guru pada Bimbingan Teknis penyusunan Modul Ajar Terintegrasi Sekolah Siaga Kependudukan. Seluruh peserta berasal dari 12 satuan pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. Penguatan pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah dipandang sebagai langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, produktif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Sinergi antara Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh satuan pendidikan diharapkan semakin memperkuat upaya mewujudkan generasi Gorontalo yang unggul, berdaya saing, dan siap memanfaatkan bonus demografi untuk mendukung visi pembangunan yang diusung Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. (mcgorontaloprov/ilb/md)