Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menghadiri peringatan tersebut bersama lintas sektor terkait dan mitra kerja sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program pembangunan keluarga yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Anang, tema “Ayah Wajib Hadir” memiliki makna yang sangat relevan dengan pembangunan kesehatan di Provinsi Gorontalo. Keterlibatan ayah tidak hanya mendampingi ibu sejak masa kehamilan dan persalinan, tetapi juga berperan aktif dalam pengasuhan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah dalam memastikan pemenuhan gizi, kelengkapan imunisasi, penerapan pola hidup bersih dan sehat, hingga memberikan perhatian dan dukungan emosional akan berkontribusi besar terhadap tumbuh kembang anak secara optimal dan pencegahan stunting.
“Ayah wajib hadir bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi hadir dalam setiap proses kehidupan keluarga. Mulai dari mendampingi ibu selama kehamilan, terlibat dalam pengasuhan dan pendidikan anak, memastikan kebutuhan gizi dan kesehatan terpenuhi, hingga menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat. Peran ini sangat penting untuk mewujudkan keluarga yang kuat dan generasi Gorontalo yang sehat, cerdas, serta berkualitas,” ujar Anang, sehari setelah kegiatan, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia menambahkan, tantangan kesehatan di Gorontalo masih memerlukan kolaborasi seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo terus memperkuat sinergi dengan BKKBN, pemerintah kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, serta Tim Pendamping Keluarga untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan keluarga.
Peringatan HARGANAS ke-33 diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan kesehatan dimulai dari rumah. Dengan hadirnya sosok ayah yang aktif mendampingi ibu, mengasuh dan mendidik anak, serta mendukung tumbuh kembangnya secara optimal, diharapkan lahir keluarga yang lebih tangguh, sehat, dan mampu mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas 2045. (mcgorontaloprov/ilb/md)