Bone Bolango Susun Peta Jalan Komoditas Unggulan Tembus Pasar Luas
- 05 Jun 2026 13:49 WIB
- Gorontalo
RRI CO ID Gorontalo - Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengambil langkah strategis dalam membangun ekonomi daerah berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Melalui pemetaan komoditas unggulan dan penyusunan baseline kondisi hulu yang digelar di Aula Bappeda Litbang Bone Bolango, Kamis (4/6/2026), pemerintah daerah mulai menyusun peta jalan pengembangan sektor unggulan yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan akses pasar dan kemitraan bagi para pelaku usaha di daerah.
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pengembangan komoditas unggulan yang memiliki nilai keberlanjutan tinggi.
Menurut Sri Mulyani, pemetaan yang dilakukan bersama para peneliti dan akademisi dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bertujuan mengidentifikasi secara detail potensi unggulan yang dimiliki Bone Bolango, sekaligus memetakan kondisi hulu sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih terarah.
“Melalui kegiatan ini, kami melakukan pemetaan terhadap produk-produk unggulan Bone Bolango yang bersifat lestari. Saat ini, komoditas seperti kelapa, aren, dan jagung menjadi sektor yang mendominasi hasil pemetaan unggulan daerah,”ujar Sri Mulyani usai kegiatan.
Ia menjelaskan, hasil kajian yang dilakukan tidak hanya berhenti pada identifikasi komoditas. Pemerintah daerah juga akan menelusuri lokasi-lokasi sentra produksi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi unggulan berbasis masyarakat.
Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk menghadirkan solusi nyata bagi para petani dan pelaku usaha agar memiliki kepastian pasar serta akses kemitraan yang lebih luas.
“Hasil pemetaan ini akan membantu kita mengetahui di mana pusat-pusat komoditas unggulan berada. Setelah itu, kita akan mencarikan solusi pemasaran, membangun kemitraan, dan mendorong peningkatan kapasitas produksi sehingga para petani dan pelaku usaha memiliki kepastian ke mana mereka akan menjual hasil produksinya,”jelasnya.
Sri Mulyani menilai, penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan dukungan data yang lebih akurat serta kolaborasi bersama berbagai pihak, kami optimistis dapat mempercepat transformasi sektor pertanian dan perkebunan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....