Bone Bolango Jadi Magnet Minahasa Tenggara Belajar Kelola Potensi Daerah

  • 05 Jun 2026 12:50 WIB
  •  Gorontalo

RRI CO ID Gorontalo - Kabupaten Bone Bolango kian menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang menjadi rujukan pembangunan berbasis potensi lokal di kawasan timur Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Bupati Ismet Mile, daerah hasil pemekaran Kabupaten Gorontalo itu tidak hanya fokus mempercepat pembangunan, tetapi juga membangun kemandirian fiskal melalui optimalisasi sektor strategis, terutama pertambangan.

Langkah tersebut menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara yang secara khusus melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari berbagai kebijakan dan praktik pembangunan di Bone Bolango, Kamis (4/6/2026)

Bupati Bone Bolango Ismet Mile yang menerima langsung kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara yang dipimpin Wakil Bupati Fredy Tuda di Ruang Rapat Bupati Bone Bolango menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara yang memilih Bone Bolango sebagai lokasi studi dan pertukaran pengalaman pembangunan daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara ke Bone Bolango. Daerah ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Gorontalo. Saat proses pemekaran berlangsung, saya menjabat sebagai Wakil Bupati Gorontalo dan kemudian mendapat amanah menjadi Bupati Bone Bolango,”ujar Ismet Mile.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memperkuat kapasitas fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pertambangan yang menjadi salah satu potensi unggulan Bone Bolango.

Menurut Ismet, pengelolaan sumber daya alam yang terukur dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kemandirian daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menargetkan kontribusi PAD dari sektor pertambangan dapat mencapai Rp300 miliar.

“Kami fokus meningkatkan PAD, khususnya dari sektor pertambangan. Potensi yang dimiliki Bone Bolango sangat besar dan kami menargetkan PAD dari sektor pertambangan dapat mencapai Rp300 miliar,”tegasnya.

Target ambisius tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas ruang fiskal pembangunan, memperkuat pelayanan publik, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Sementara itu, Wakil Bupati Minahasa Tenggara Fredy Tuda mengaku kunjungan ke Bone Bolango dilakukan karena daerah tersebut dinilai memiliki banyak kesamaan karakteristik dengan Minahasa Tenggara, sehingga relevan dijadikan referensi dalam pengembangan kebijakan daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bone Bolango beserta jajaran yang telah menerima kunjungan kerja kami dengan sangat baik. Kami merasa tidak salah datang ke Bone Bolango karena struktur pemerintahan daerah dan karakteristik wilayahnya tidak jauh berbeda dengan daerah kami,” kata Fredy.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara ingin mendalami berbagai strategi pengelolaan sektor unggulan yang telah dikembangkan Bone Bolango, mulai dari pertambangan, pariwisata, kesehatan hingga pertanian.

“Kami ingin belajar mengenai pengelolaan tambang, pariwisata, kesehatan dan pertanian yang ada di sini. Banyak hal yang bisa kami pelajari dan menjadi referensi untuk diterapkan di daerah kami,” ujarnya.

Fredy juga memaparkan bahwa Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki luas wilayah sekitar 730 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 117 ribu jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....