Warga Kecamatan Bone Rayakan Idul Adha dalam Suasana Duka Kebencanaan

  • 27 Mei 2026 13:18 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, berlangsung dalam suasana duka kebencanaan setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah tersebut pada Selasa 26 Mei 2026 malam. Warga terdampak membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari tumpukan lumpur serta material kayu yang terbawa arus banjir. Di tengah kondisi itu, masyarakat tetap melaksanakan salat Idul Adha dengan penuh khidmat sebelum kembali melanjutkan kerja bakti.

Banjir bandang yang dipicu hujan berintensitas tinggi itu merendam puluhan rumah warga dan menyebabkan kerusakan di sejumlah titik permukiman masyarakat pesisir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, mengatakan pemerintah daerah saat ini masih fokus melakukan penanganan darurat sekaligus identifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak.

“Pemerintah daerah bersama tim gabungan saat ini terus melakukan pendataan dan identifikasi kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak banjir dan longsor, mulai dari logistik, kebutuhan pengungsian, hingga penanganan rumah warga yang rusak,” ucap Achril Yoan Babyonggo kepad RRI, Rabu 27 Mei 2026.

Menurutnya, situasi di lapangan masih dipenuhi material lumpur dan kayu sehingga masyarakat bersama aparat terus melakukan pembersihan secara bertahap agar aktivitas warga bisa kembali normal.

Meski berada dalam situasi bencana, warga tetap berusaha menjalankan perayaan Idul Adha dengan sederhana dan penuh kebersamaan. Sejumlah warga bahkan saling membantu membersihkan rumah tetangga usai pelaksanaan salat Ied.

BPBD Bone Bolango bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, aparat desa, serta relawan juga terus bersiaga di lokasi untuk membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pembersihan lingkungan warga.

“Kami juga terus berkoordinasi untuk percepatan penanganan di lapangan, termasuk mobilisasi bantuan dan alat pendukung agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat,” kata Achril Yoan Babyonggo.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga mulai memetakan kerusakan rumah warga dan kondisi infrastruktur yang terdampak banjir serta longsor di wilayah Bone Raya dan sekitarnya.

Di tengah suasana Idul Adha yang penuh ujian, semangat gotong royong masyarakat Bone Raya tetap terlihat kuat. Warga bahu-membahu membersihkan sisa lumpur sambil berharap kondisi segera pulih dan aktivitas kehidupan kembali berjalan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....