KP Kebudayaan Gorontalo Sosialisasikan Program Dana Indonesiaraya

  • 25 Mei 2026 07:06 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Sejak resmi dilantik pada April 2026, Kepala Kantor Pelestarian Wilayah Provinsi Gorontalo yang baru Moch. Andre WP, langsung tancap gas membangun sinergi.

Berbeda dari birokrat pada umumnya, ia memilih pendekatan unik dan nonformal untuk merangkul berbagai elemen strategis di daerah tersebut.

Selain aktif melakukan koordinasi resmi dengan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, ia juga gencar turun ke lapangan untuk menemui ekosistem kebudayaan akar rumput. Mulai dari komunitas videographer dan filmmaker, seniman rupa, komunitas adat, hingga kalangan akademisi dan dosen di Gorontalo.

Menariknya, ruang pertemuan yang dipilih jauh dari kesan kaku. Alih-alih duduk di ruang rapat kedinasan, ia justru lebih banyak menggelar diskusi santai di warung kopi (warkop) hingga studio-studio karya milik komunitas lokal.

Seperti yang dilaksanakan pada Minggu 24 Mei 2026. Pertemuan diadakan di Taman Budaya Limboto.

"Pertemuan dengan komunitas malam ini sangat menarik, kami manfaatkan untuk menyosialisasikan program Dana Indonesiaraya," kata Moch. Andre WP, Minggu (24/5/2026).

Pertemuan ini mendapat apresiasi para penggerak komunitas, mereka mendapat informasi yang dibutuhkan, termasuk bagaimana mereka bisa mengakses Dana Indonesiaraya.

"Pertemuannya sangat santai dan cair, jauh dari kata formal. Ini gaya baru yang membuat kami sebagai pelaku budaya merasa sangat dihargai dan tidak berjarak dengan pemerintah," ungkap Baharuddin, pegiat budaya asal Kecamatan Tabongo.

Meski dikemas dalam suasana santai, substansi yang dibahas dalam setiap pertemuan tersebut terbilang sangat krusial. Agenda utama yang selalu dibawa oleh Kepala Kantor Pelestarian yang baru ini adalah sosialisasi dan pemanfaatan program Dana Indonesiaraya sebuah dana abadi kebudayaan yang disediakan pemerintah pusat untuk mendukung kreativitas, pemajuan kebudayaan, serta pelestarian adat lokal.

Melalui pendekatan warkop ke warkop ini, diharapkan penyerapan dan pemanfaatan Dana Indonesiaraya di Provinsi Gorontalo dapat lebih tepat sasaran, inklusif, serta mampu memicu lahirnya karya-karya kreatif dan upaya pelestarian adat yang lebih berdampak luas. (mcgorontaloprov/edar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....