Puluhan Siswa Ikuti Penguatan Literasi Sejarah dan Cagar Budaya
- 13 Mei 2026 20:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kota Gorontalo, InfoPublik - Sebanyak 50 orang pelajar di Limboto mengikuti penguatan program penguatan literasi sejarah dan pemahaman pelestarian kawasan bangunan bersejarah serta objek yang diduga cagar budaya (ODCB) pada hari pertama.
Kegiatan yang ditawarkan Kementerian Kebudayaan dan didukung Dana Indonesiana ini merupakan program pendanaan pemerintah Indonesia yang bersumber dari hasil pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan senilai Rp5 triliun. Program ini menyediakan fasilitasi dana hibah untuk mendukung pelaku budaya, komunitas, dan lembaga kebudayaan dalam upaya pemajuan kebudayaan nasional.
"Gorontalo memiliki potensi tinggalan bangunan bersejarah dari masa Kerajaan Islam, kolonial, hingga kemerdekaan yang tersebar dalam satu kawasan," kata Irfanuddin Marzuki arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terlibat dalam kegiatan ini, Selasa (12/5/2026.
Irfanuddin menjelaskan tinggalan-tinggalan tersebut menjadi bukti perkembangan kota Gorontalo dari masa ke masa yang sebagian sudah berstatus Cagar Budaya. Sebagian besar bangunan masuk kategori Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB). Kondisi tinggalan bangunan bersejarah dan ODCB di kawasan kota Gorontalo saat ini mengalami ancaman karena tuntutan pembangunan dan ekonomi. "Tinggalan-tinggalan tersebut banyak yang terbengkalai atau musnah diganti dengan bangunan baru yang tidak sesuai dengan kondisi sekitarnya," ujar Irfanuddin. Tinggalan-tinggalan tersebut mendapat pemaknaan baru dari masyarakat sekitarnya dengan merubah dan menghancurkan tinggalan-tinggalan tersebut.
Tinggalan bangunan bersejarah dan ODCB yang memiliki nilai penting Sejarah, perkembangan kebudayaan, dan pendidikan tersebut akan hilang atau rusak apabila tidak dikelola dengan baik. Generasi yang akan datang hanya dapat cerita, bahwa kawasan kota Gorontalo dahulu merupakan kawasan yang ramai dan memiliki peran penting semenjak masa penjajahan kolonial, namun sudah tidak ada buktinya.
Dalam kondisi seperti inilah kegiatan ini dilaksanakan. Sebagai pembicara utama adalah Andris K Malae sejarawan muda Universitas Negeri Gorontalo.
Program literasi sejarah ini merupakan proposal perseorangan atas nama Rosyid A Azhar yang diajukan ke Dana Indonesiana yang didanai oleh LPDP.Selain Irfanuddin, arkeolog lain yang hadir adalah Nurahman Iriyanto dari Universitas Khairun, dan Vivi Sandra Sari dari BRIN. (mcgorontaloprov/rls)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....