SDGs Center UNG dan GIZ Perkuat Kapasitaas Mahasiswa dengan Inovasi Berbasis SDGs

  • 10 Mei 2026 22:40 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pelatihan Penguatan pemahaman dan kapasitas mahasiswa dalam mengintegrasikan Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam kegiatan akademik untuk mengembangkan ide dan gagasan inovatif berbasis digital digelar SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan lembaga international Jerman, Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Pengembangan ide dan gagasan ini juga menyasar potensi daerah serta sebagai kontribusi nyata dalam pencapaian SDGs.

“Kegiatan yang kami laksanakan pada hari Kamis melibatkan perwakilan mahasiswa seluruh fakultas, dan masing-masing fakultas mengirimkan dua peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi aktif terutama semester 2 dan semester 4,” kata Raghel Yunginger Kepala Pusat Studi SDGs Centre Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Negeri Gorontalo, Minggu (10/4/2026).

Raghel menjelaskan bahwa mahasiswa juga diberi ruang untuk berbagi pengalaman terutama mahasiswa bimbingan Wiwit Zuriati Uno yang telah berhasil lolos pada program Innovillage terintegrasi dengan SDGs.

Para mahasiswa ini adalah Nur Cahyani Dehi dari kelompok inovasi Coco Health, memaparkan pengembangan produk Virgin Coconut Oil (VCO) dan tepung kelapa sebagai inovasi berbasis potensi lokal untuk mendukung peningkatan kesehatan dan ekonomi masyarakat, dan Faizulhaq Rahman dari kelompok Innovillage VIDA Digital yang memaparkan pengembangan aplikasi edukasi dan dukungan mental bagi penyintas HIV/AIDS, yang berfokus pada penguatan literasi kesehatan, dukungan psikososial, serta pengurangan stigma di masyarakat melalui pendekatan digital dan komunitas.

Raghel Yunginger menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan.

Menurutnya, peluang kolaborasi dan penguatan kapasitas mahasiswa harus terus diperluas agar kontribusi terhadap pencapaian SDGs semakin nyata dan berkelanjutan.

Ketua panitia kegiatan, Lia Amalia, menyampaikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga diwajibkan menyusun karya tulis yang inovatif berbasis teknologi digital dan potensi lokal yang searah dengan pencapaian SDGs.

“Berdasarkan hasil penilaian, karya tulis terbaik pertama diraih oleh Rayyan Zulfanifalh Lasanuddin dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan, terbaik kedua Nalar Fakhrurozi Moridu dari Fakultas Kedokteran, dan terbaik ketiga Moh. Aditya Maulana Daud dari Fakultas Teknik,” ujar Lia Amalia.

Kegiatan ini dibuka Abdul Hafidz Olii Wakil Rektor I UNG yang memberikan apresiasi atas inisiatif pelatihan SDGs bagi mahasiswa, karena mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan pembangunan.

Hadir Dalam kegiatan ini Muhammad Amir Arham Wakil Rektor III, para dekan dan wakil dekan bidang III, Ketua LP2M dan LPMPP, Advisor GIZ di Gorontalo, serta Sekretariat SDGs-Bappeda Provinsi Gorontalo.

Pelatihan menghadirkan narasumber nasional Runik Machfiroh dari Telkom University selaku penanggung jawab program Innovillage yang memberikan edukasi pengembangan inovasi sosial berbasis teknologi dan kolaborasi mahasiswa dalam program Innovillage, Maghdalena Pakaya dosen UNG sekaligus asesor nasional untuk PKM yang memberikan penguatan strategi penyusunan proposal inovatif, dan Sri Sutarni Arifin dari SDGs center UNG yang menyampaikan integrasi SDGs dalam aktivitas akademik dan inovasi mahasiswa.

Kegiatan ditutup oleh Bobi R Payu selaku Advisor GIZ di Gorontalo, ia menegaskan pentingnya kemitraan multipihak, termasuk keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan, dan program penguatan kapasitas mahasiswa sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, SDGs Center UNG berharap lahir lebih banyak inovasi mahasiswa yang tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga implementatif mampu menjawab persoalan nyata masyarakat sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap pencapaian SDGs baik di daerah maupun nasional. (mcgorontaloprov/rls)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....