Kegiatan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ini dilaksanakan secara serentak di empat lokasi, yakni Kantor Gubernur Gorontalo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo, serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo.
Dari kegiatan tersebut berhasil terkumpul sebanyak 75 kantong darah. Rinciannya, Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo menyumbang 16 kantong darah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 7 kantong darah, Kantor Gubernur 20 kantong darah, dan Dinas PU Provinsi Gorontalo menjadi penyumbang terbanyak dengan 32 kantong darah.
Kegiatan donasi darah ini menjadi bentuk nyata kepedulian PNS dan PPPK terhadap kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan kemanusiaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Kepala Dinkes P2KB Anang S Otoluwa mengatakan bahwa donasi darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam menyelamatkan nyawa sesama.
“Setetes darah yang didonasikan sangat berarti bagi keselamatan pasien yang membutuhkan transfusi darah. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun budaya kepedulian dan gotong royong di kalangan PNS maupun PPPK,” ujar Anang.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para pendonor dari seluruh OPD yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, terkumpul 75 kantong darah dari empat lokasi pelaksanaan. Ini menunjukkan semangat kemanusiaan dan solidaritas para ASN di Provinsi Gorontalo sangat tinggi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah di Gorontalo,” tambahnya.
Melalui kegiatan donor darah “PNS Nyumbang Darah, PPPK Nyambung Nyawa” ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap semakin banyak masyarakat dan aparatur pemerintah yang sadar akan pentingnya donor darah rutin sebagai upaya membantu sesama sekaligus menjaga kesehatan tubuh. (mcgorontaloprov/ilb/md)