Ujian naik kelas dalam dunia pendidikan
- 03 Mei 2026 22:05 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo Menjelang akhir tahun ajaran, ujian kenaikan kelas kembali menjadi perhatian utama dunia pendidikan. Bagi sebagian siswa, momen ini menjadi penentu langkah berikutnya. Namun, bagaimana nasib mereka yang tidak naik kelas? Di Kota Gorontalo, fenomena tinggal kelas ternyata tidak terlalu menonjol, dan hal ini tak lepas dari berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang terus dilakukan.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Multi Ahmad, menjelaskan bahwa pemerataan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting. Menurutnya, penempatan guru yang sudah relatif merata membuat proses pembelajaran lebih optimal di berbagai sekolah. Selain itu, pelatihan guru yang rutin dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, dinilai mampu menjawab tantangan perbedaan daya tangkap siswa.
“Kompetensi guru terus meningkat, dan ini memberi dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran kini semakin adaptif, sehingga siswa dengan kemampuan beragam tetap bisa mengikuti materi dengan baik tanpa harus tertinggal jauh.
Di sisi lain, kebijakan terkait kenaikan kelas juga tidak semata-mata bertumpu pada nilai akademik. Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Pohuwato, Selfis Umar, mengungkapkan bahwa aturan dalam Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 memberikan ruang pertimbangan yang lebih luas. Salah satunya adalah melalui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang disesuaikan dengan kondisi siswa, termasuk faktor ekonomi dan lingkungan belajar.
Menurutnya, akses pendidikan di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan fasilitas dan sumber belajar dapat memengaruhi hasil pembelajaran siswa. Oleh karena itu, satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan apakah seorang siswa layak naik kelas atau tidak.
Pendekatan ini dinilai lebih manusiawi dan kontekstual. Tidak naik kelas bukan lagi sekadar label kegagalan, tetapi menjadi bahan evaluasi bersama antara guru, sekolah, dan orang tua. Tujuannya adalah memastikan siswa benar-benar siap melanjutkan ke jenjang berikutnya, baik dari sisi akademik maupun mental.
Dengan berbagai kebijakan dan upaya yang dilakukan, dunia pendidikan di Gorontalo menunjukkan arah yang positif. Ujian kenaikan kelas bukan hanya soal angka di rapor, tetapi juga tentang bagaimana sistem pendidikan mampu mengakomodasi kebutuhan setiap siswa secara adil dan berimbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....