Kemenkop Identifikasi KDMP di Gorontalo untuk Dijadikan Offtaker
- 01 Mei 2026 08:45 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Tenaga Ahli Menteri Koperasi Ainun Nazriah didampingi oleh Syarifudin Nasaru fungsional Pengawas koperasi melakukan identifikasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sudah operasional yang akan dijadikan Koperasi offtaker dan akan dimitrakan dengan koperasi reguler yang sudah jalan.
Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari, 29-30 April 2026.
Koperasi Desa yang dikunjungi adalah KDMP Bandungan Kabupaten Bone Bolango yang memiliki usaha gerai Sembako, distribusi telur yang sudah bermitra dengan SPPG, KUD Usra Tapa ya g berusaha jual beli beras, jasa rice milling unit (RMU) dan Koperasi Wanita Kasih Ibu Kota Gorontalo dengan usaha sembako dan simpan pinjam.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo Fayzal Lamakaraka mengatakan sudah ada 24 unit gerai di daerah ini yang siap beroperasi.
"Kami berharap agar gerai-gerai KDKMP yang sudah selesai pembangunannya ini segera dioperasionalkan," kata Fayzal Lamakaraka, Jumat (1/4/2026).
Fayzal juga menjelaskan dengan beroperasinya 24 unit gerai ini akan mendorong aktifitas bisnis dan akan dirakana dampak positifnya oleh masyarakat.
Beroperasinya gerai ini juga menjadi pemicu koperasi lainnya untuk bersama-sama bergerak mendorong kemajuan ekonomi Gorontalo.
Fayzal juga mengungkapkan kegiatan ini juga dihadiri sekretaris deputi Pengawasan Kementerian Koperasi. Hal ini membuktikan perhatian dan harapan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi Desa.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan pertemuan yang menghasilkan keputusan, yaitu koperasi yang dikunjungi akan di masukan sebagai koperasi off-taker (pembeli siaga), khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KKMP). Koperasi ini merupakan badan usaha desa yang berfungsi menyerap hasil panen tani (seperti gabah/jagung) untuk menjaga stabilitas harga dan memotong rantai pasok pangan.
"Kopdes berperan sebagai distributor sarana produksi (pupuk) dan pembeli hasil panen dengan harga layak," ujar Fayzal.
Ia mengungkapkan sejumlah hal penting dalam koperasi off-taker (Kopdes Merah Putih) yaitu memiliki fungsi utama melindungi petani dari harga jatuh saat panen raya dan memangkas rantai pasok dari 5-7 lapis menjadi 2-3 lapis. Koperasi ini juga memiliki peran strategis yang bertindak sebagai off-taker hasil pertanian, distributor pupuk, dan penyalur bantuan sosial.
"Koperasi ini juga memiliki peran kemitraan, yang bekerja sama dengan Bulog dalam mengelola stok pangan nasional," pungkas Fayzal. (mcgorontaloprov)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....