Cetak Okulator Andal, Gorontalo Genjot Pelatihan Bibit Durian Berbasis Digital

  • 22 Apr 2026 17:56 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Upaya memperkuat ketersediaan bibit durian unggul terus digencarkan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Salah satunya melalui pelatihan perbanyakan tanaman durian berbasis teknologi digital yang menyasar peningkatan kompetensi petugas benih agar mampu menghasilkan bibit berkualitas, seragam, dan cepat berbuah.

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo melalui UPTD Balai Pelatihan Teknis Pertanian melaksanakan kegiatan Pelatihan Perbanyakan Tanaman Durian dengan teknik vegetatif (okulasi dan grafting) secara e-learning, yang berlangsung selama tiga hari, 21 hingga 23 April 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario, dalam arahannya menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi aparatur menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung kinerja organisasi. Hal ini sejalan dengan ketentuan bahwa setiap ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

“Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas benih, khususnya dalam penguasaan teknologi perbanyakan tanaman durian melalui teknik okulasi dan grafting,” ujarnya, Rabu April 2026.

Ia menambahkan, metode pelatihan berbasis e-learning memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk belajar secara mandiri tanpa terikat waktu dan tempat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Sebanyak 40 peserta yang berasal dari staf Seksi Perbenihan dan PBT pendamping pada UPTD BPPSBP Provinsi Gorontalo mengikuti kegiatan ini. Mereka dibekali materi terkait teknik perbanyakan vegetatif tanaman durian, pemeliharaan pohon induk sebagai sumber entres, serta manajemen pasca okulasi.

Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dari penangkar benih durian berpengalaman, guna memberikan pemahaman praktis kepada peserta dalam menghasilkan bibit durian unggul, seragam, dan cepat berbuah.

Secara teknis, perbanyakan tanaman durian melalui okulasi dinilai lebih efektif dibandingkan metode generatif (biji), karena mampu menghasilkan tanaman dengan sifat unggul induknya serta mempercepat masa produksi, yakni sekitar 3 hingga 5 tahun.

Kegiatan ini dilatarbelakangi masih terbatasnya tenaga okulator serta masih sering terjadinya kegagalan dalam proses perbanyakan bibit durian unggul bersertifikat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas petugas perbenihan menjadi kebutuhan yang mendesak.

Melalui pelatihan ini, diharapkan tersedianya tenaga petugas benih (okulator) yang handal dalam memproduksi bibit hortikultura, khususnya durian, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar akan bibit unggul, bermutu, dan bersertifikat di Provinsi Gorontalo. (mcgorontaloprov/oman)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....