Prodi TRET UNG Hadirkan Tumbilotohe Ramah Lingkungan

  • 17 Mar 2026 15:35 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Ribuan lampu minyak berbahan bakar jelantah (minyak goreng bekas) dinyalakan serentak pada malam pasang lampu (tumbilotohe).

Penyalaan lampu ini merupakan tradisi masyarakat Gorontalo pada malam 3 hari menjelang hari raya Idulfitri 1447 H. Tradisi ini diperkirakan ada sejak awal kedatangan Islam di Gorontalo.

Tradisi ini setiap tahun dilaksanakan masyarakat Gorontalo, mereka memasang lampu-lampu di halaman rumah untuk menyambut datangnya Idulfitri.

Yang membedakan tumbilotohe ini dengan lampu-lampu lainnya adalah penggunaan bahan bakar. Di lokasi ini seluruh lampu menggunakan minyak bekas atau jelantah yang selama ini banyak dibuang oleh masyarakat atau rumah makan.

Padahal minyak jelantah ini masih bisa dimanfaatkan untuk hal lain seperti bahan bakar lampu.

“Kami menyebutnya sebagai Green Tumbilotohe Biodiesel Minyak Jelantah,” kata Fuad Pantoiyo pengajar di Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (TRET) Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo, Selasa, 17 Maret 2026.

Fuad Pantoiyo menjelaskan Green Tumbilotohe Biodiesel Minyak Jelantah ini dilaksanakan atas kerjasama TRET UNG dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Gorontalo.

“Minyak jelantah dapat diolah lagi menjadi bahan bakar terbarukan seperti biodiesel atau lainnya,” ujar Fuad.

Pengolahan jelantah ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan yang bermanfaat untuk mengurangi limbah, menekan emisi karbon, serta memberikan nilai ekonomi.

Selain itu jelantah juga memiliki potensi energi yang besar, hampir setara dengan bahan bakar fosil. Karena memiliki kandungan energi besar ini jelantah mampu menjadi bagian dari ekonomi sirkular. Masyarakat dapat mengumpukan jelantah dan menjualnya kepada pedagang pengumpul atau bank sampah. Minyak yang telah terkumpul ini akan diproses untuk menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Jelantah selama ini hanya dibuang percuma, mencemari lingkungan. Dengan membuat lampu berbahan jelantah ini kami ingin menawarkan konsep tumbilotohe yang ramah lingkungan dan mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular,” ucap Fuad. (mcgorontaloprov)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....