Gorontalo Inflasi Y-on-Y Sebesar 5,30 Persen

  • 02 Mar 2026 18:24 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo pada Februari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 5,30 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,95 pada Februari 2025 menjadi 110,51 pada Februari 2026.

“Selain itu Provinsi Gorontalo mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,83 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,12 persen,” kata Watekhi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Senin (2/3/2026).

Watekhi menjelaskan inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 17,50 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,60 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,99 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,06 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,72 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,88 persen.

Lima kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,64 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,42 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,35 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,27 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,87 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/ sumbangan inflasi y-on-y pada Februari 2026, antara lain: tarif listrik, emas perhiasan, ikan layang/ ikan benggol, ikan selar/ ikan tude, ikan cakalang/ ikan sisik, bawang merah, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan daun bawang. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/ sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: cabai rawit, tomat, sabun detergen bubuk, kangkung, telepon seluler, minyak goreng, terong, bensin, bawang putih, dan sandal anak.

“Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi m-to-m pada Januari 2026, antara lain cabai rawit, tomat, emas perhiasan, ikan layang/ ikan benggol, es, telur ayam ras, ikan tuna, minyak goreng, daging ayam ras, dan terong,” ungkap Watekhi.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain: bawang merah, ikan selar/ ikan tude, beras, ikan teri, makanan hewan peliharaan, apel, bensin, ikan mujair, parfum, dan sawi hijau. Pada Februari 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi y-on-y yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,31 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,21 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,89 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,12 persen; kelompok transportasi sebesar 0,10 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen. Sementara itu, kelompok yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y yaitu; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,19 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen; kelompok kesehatan dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen. (mcgorontaloprov)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....