Wagub Gorontalo Ajak Semua Pihak Bersinergi Turunkan Angka Tidak Sekolah

  • 28 Feb 2026 18:10 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menurunkan Angka Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi Gorontalo. Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Hotel Aston Gorontalo, Rabu 25 Februari 2026.

Berdasarkan data Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, angka ATS di Gorontalo berada pada kisaran 10 persen atau sekitar 26 ribu anak. Dalam forum tersebut, Idah menegaskan bahwa persoalan sosial dan ekonomi keluarga menjadi faktor dominan yang memengaruhi tingginya angka anak tidak sekolah, sehingga membutuhkan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga orang tua, masyarakat, dan seluruh pihak terkait harus bersinergi untuk menurunkan angka ATS di Gorontalo. Jika ada anak yang putus sekolah, kita harus bersama-sama membujuk dan memberikan motivasi, termasuk kepada orang tuanya,” ujar Idah.

Sebagai salah satu langkah konkret, pemerintah telah menghadirkan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Boalemo. Program tersebut menyediakan fasilitas asrama serta pemenuhan kebutuhan siswa secara memadai guna mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan para siswa mampu bertahan dan menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.

Selain itu, Gorontalo juga termasuk dalam 20 provinsi yang berpeluang membangun Sekolah Garuda sebagai bagian dari program nasional menuju Indonesia Emas 2045. Saat ini, pemerintah daerah tengah mempersiapkan lahan sesuai kriteria pemerintah pusat, mencakup aspek aksesibilitas serta ketersediaan area yang representatif.

“Melalui konsolidasi ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap lahir langkah-langkah strategis dan terukur untuk menekan angka tidak sekolah serta memperkuat mutu pendidikan dasar dan menengah. Dengan kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan, pendidikan di Gorontalo akan semakin maju, inklusif, dan berdaya saing,” tutur Idah.

Konsolidasi daerah yang digelar BPMP Provinsi Gorontalo ini berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Februari 2026, dengan mengusung tema “Kolaborasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....