Pemda Pohuwato–Burung Indonesia Teken MoU Pengelolaan Alam

  • 27 Feb 2026 03:25 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO – Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato bersama Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Program Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato, Kamis (26/02/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan Bupati Pohuwato yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Iskandar Datau bersama Direktur Eksekutif Burung Indonesia, Dian Agista. Kegiatan yang berlangsung di Kantor B. Maleo Burung Indonesia itu dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato dan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia terkait Program Daur Ulang Sampah Plastik di Kabupaten Pohuwato.

PKS tersebut ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pohuwato, Sumitro Monoarfa, bersama perwakilan Program Gorontalo Burung Indonesia, Marahalim Siagian. Turut hadir Ketua Pengadilan Negeri Marisa, Wakapolres Pohuwato, unsur Kejaksaan Negeri Pohuwato, Staf Ahli Bupati Amrin Umar, Kepala Bappeda Rustam Melleng, Kepala KPH Unit III Pohuwato, Sekretaris Bappeda Jumadi Giono, Kabag Pemerintahan Anugerah Wenas, Tenaga Ahli Bupati Edo Sijaya, Kepala Desa Marisa Utara Ilham Langago, tokoh masyarakat perempuan Zulfiana Mbuinga, serta perwakilan LSM, pers, dan masyarakat setempat.

Mengawali sambutannya, Sekda Pohuwato Iskandar Datau menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena menghadiri undangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Gorontalo. Ia menjelaskan, melalui MoU tersebut kedua pihak sepakat memperkuat kemitraan dalam pengelolaan bentang alam berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato.

“Penandatanganan ini merupakan perpanjangan dari perjanjian sebelumnya. Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada Perhimpunan Burung Indonesia atas hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin sejak 2009,” ujar Iskandar.

Menurutnya, pengelolaan bentang alam berkelanjutan di Pohuwato diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga mampu mengatasi deforestasi serta menjaga keseimbangan ekosistem.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....