Gubernur Gorontalo Sambut Investor Sorghum dan Energi Biomasa
- 29 Apr 2025 23:18 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut positif rencana investasi dua perusahaan nasional, yakni PT Sorbu Agro Energi dan Pertamina Gas Nasional (PGN), yang akan mengembangkan tanaman sorghum serta energi berbasis biomasa di Provinsi Gorontalo. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan awal antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pihak investor yang berlangsung di Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo
Dalam pengembangan proyek ini, PT Sorbu Agro Energi akan memfokuskan diri pada hilirisasi dan budidaya tanaman sorghum, sementara PGN akan memanfaatkan limbah pertanian seperti batang, daun, dan tongkol jagung untuk produksi energi terbarukan berbasis biomasa.
“Saya sangat senang dan menyambut baik inisiatif besar ini. Proyek pengembangan sorghum sebagai sumber energi terbarukan bukan hanya relevan secara nasional, tapi juga sangat strategis bagi daerah. Apalagi proyek ini sudah berjalan konkret dari bawah, bukan hanya rencana dari pusat, sehingga kami melihatnya lebih realistis dan berdampak langsung,” ujar Gusnar.
Ia menilai, rencana investasi ini sangat strategis dan sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam transisi menuju energi hijau serta pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil. Gubernur juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat, terutama petani, dalam keseluruhan rantai bisnis proyek tersebut.
Secara teknis, Gubernur meminta agar fokus utama tetap pada kemitraan dengan petani, baik dalam aspek budidaya (on-farm) maupun pengembangan industri berbasis pertanian. Ia juga menyoroti pentingnya proses pelepasan varietas sorghum dan pengujian multilokasi yang telah dilakukan oleh PT Sorbu bersama balai penelitian.
“Saya ingatkan dari awal, jangan sampai proyek ini nanti bergeser ke tambang emas. Kita harus konsisten, karena kalau sudah lari ke sana, persoalannya akan berbeda,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan PT Sorbu selama dua tahun terakhir dalam rangka pengembangan sorghum. Saat ini, perusahaan tersebut tengah bersiap membangun pabrik di Gorontalo dan telah mengurus izin konsesi lahan seluas sekitar 9.000 hektar, yang akan melibatkan petani setempat.
Sementara itu, PGN akan mengoptimalkan potensi limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara ekonomi. Dengan dibangunnya pabrik biomasa, limbah tanaman seperti batang dan daun jagung akan memiliki nilai tambah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani yang akan menjadi pemasok bahan baku.
“Untuk tahap awal, memang Dinas Pertanian yang paling intens terlibat karena kita sudah dua tahun berkoordinasi dengan PT Sorbu terkait pengembangan sorghum. Tapi ke depan, tentu akan melibatkan dinas-dinas lain juga, karena ini baru entry meeting antara Pak Gubernur dan perusahaan. Apalagi proyek ini dirancang untuk melibatkan masyarakat secara luas dalam proses bisnisnya,” jelas Muljady.
Pertemuan ini merupakan entry meeting atau tahap awal penjajakan yang mencakup kajian kelayakan bisnis (feasibility study). PT Sorbu dan PGN direncanakan memulai proyek dari Kabupaten Pohuwato, dengan kemungkinan ekspansi ke wilayah lain di Provinsi Gorontalo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....