Komisi III Deprov Soroti Progres Pembangunan RSUD Ainun Habibie

  • 08 Sep 2026 11:57 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan monitoring progres pembangunan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo, Minggu 6 September 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, baik dari sisi waktu, anggaran maupun kualitas pekerjaan.

Dalam monitoring, Komisi III meninjau tiga paket pekerjaan utama, yakni Struktur Gedung bersumber dari DAK dengan nilai lebih dari 16 miliar rupiah, Arsitektur Gedung dari APBD senilai lebih dari 7 miliar rupiah, serta pembangunan Ruang CT Simulator dengan anggaran lebih dari 22 miliar rupiah.

Berdasarkan penjelasan PPK dan konsultan, progres pekerjaan Struktur Gedung telah mencapai 79,06 persen dengan deviasi jadwal positif 30,6 persen.

Sementara pekerjaan Arsitektur Gedung memiliki target rencana 91 persen, namun realisasi anggaran yang tercatat baru 6,31 persen. Adapun pembangunan Ruang CT Simulator masih berada pada tahap awal dengan progres fisik 2,15 persen.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Komisi III, terutama terhadap pekerjaan Arsitektur Gedung dan pembangunan Ruang CT Simulator.

“Untuk Struktur Gedung percepatan fisiknya sudah sangat signifikan. Namun untuk Arsitektur Gedung terlihat adanya anomali yang diduga karena keterlambatan administratif. Sedangkan untuk Ruang CT Simulator baru 2,15 persen, masih tahap awal dan ini sangat kritis,” ujar salah seorang Anggota Komisi III.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie mengatakan, pihaknya telah memperoleh kepastian dari PPK dan pelaksana bahwa pekerjaan Struktur Gedung yang bersumber dari DAK ditargetkan selesai pada 30 November 2026.

Sementara pekerjaan Arsitektur Gedung dan Ruang CT Simulator ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.

Espin menegaskan, percepatan pembangunan Ruang CT Simulator menjadi perhatian karena ruangan penunjang proteksi radiasi harus siap sebelum peralatan medis seperti CT Simulator, MRI, dan CT Scan tiba dari Kementerian Kesehatan.

“Kami berharap pembangunan Ruang CT Simulator sesuai target. Ruangan penunjang proteksi radiasi harus siap sebelum alat medis seperti CT Simulator, MRI, dan CT Scan tiba dari Kementerian Kesehatan,” tegas Espin.

Menurut Espin, pembangunan rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan bangunan utama, tetapi juga membutuhkan berbagai fasilitas penunjang seperti instalasi listrik, jaringan pipa air dan sanitasi.

Komisi III juga akan mendorong penyelesaian pembangunan lanjutan RSUD tersebut. Berdasarkan estimasi PPK, kebutuhan anggaran keseluruhan pembangunan kawasan mencapai lebih dari 80 miliar rupiah.

“Ini harus didukung dengan anggaran yang ada supaya pembangunan kelanjutan RSUD Ainun ini rampung sekaligus. Kita akan dorong sampai ke pembangunan kawasan dengan estimasi anggaran dari PPK total keseluruhan sebesar Rp80 miliar lebih,” jelasnya.

Untuk membahas kebutuhan tersebut, Komisi III akan menginisiasi pertemuan formal bersama stakeholder terkait, termasuk mengundang Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.

Pertemuan tersebut akan membahas pemetaan kebutuhan pembangunan dan solusi penganggaran agar pembangunan rumah sakit dapat berjalan secara berkesinambungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....